In-depth

Mengukur Level Kejengkelan Samuel Eto'o Terhadap Pep Guardiola

Minggu, 9 Agustus 2020 20:35 WIB
Editor: Nugrahenny Putri Untari
© Mustafa Ciftci/Anadolu Agency/Getty Images
Samuel Eto'o dan Pep Guardiola pernah punya kisah 'kebencian' saat berada di klub LaLiga Spanyol, Barcelona. Copyright: © Mustafa Ciftci/Anadolu Agency/Getty Images
Samuel Eto'o dan Pep Guardiola pernah punya kisah 'kebencian' saat berada di klub LaLiga Spanyol, Barcelona.

INDOSPORT.COM - Pep Guardiola pernah menjadi sosok paling menyebalkan bagi seorang Samuel Eto’o ketika masih membela klub LaLiga Spanyol, Barcelona, beberapa tahun silam.

Kejadian berawal ketika Guardiola memulai karier kepelatihannya bersama Blaugrana pada musim 2008-2009. Saat pertama kali masuk, ia sudah berbeda visi dengan Ronaldinho, Deco, dan Samuel Eto’o sendiri.

Lalu muncul di benak Guardiola untuk melepas ketiganya, namun Eto’o jadi satu-satunya yang berhasil bertahan di Barcelona kala itu, meski ia dianggap memiliki perangai lumayan buruk dan mudah meledak di ruang ganti.

Padahal sebenarnya, Eto’o punya kans besar mencari lapangan yang lebih hijau untuk merumput. Ia kabarnya diminati banyak klub besar Eropa seperti Inter Milan, Manchester United, Tottenham Hotspur, dan AC Milan.

Sadar dirinya dan Guardiola tak rukun, Samuel Eto’o ingin membuktikan diri kepada pelatihnya itu bahwa ia tak layak dibuang. Ia bahkan sampai menjadikan ajang tur pramusim layaknya audisi untuk bertahan di Camp Nou.

Upaya itu pun berbuah manis ketika Guardiola pada akhirnya bersedia memberi ruang di skuat Barcelona untuk Eto’o. Ia bahkan memuji pemainnya itu dan membiarkannya tinggal untuk mengarungi musim 2008-2009.

“Pada hari pertama saya di sini, saya memang berkata saya tak akan mengandalkannya, tapi saya juga bilang kalau saya akan tetap memperlakukannya seperti pemain lainnya,” ucap Guardiola pada tahun 2008 silam seperti dikutip dari The Telegraph.

“Melihat sikapnya saat berada di Skotlandia dan Amerika Serikat, saya pun mengambil keputusan untuk mempertahankannya. Bagaimanapun juga dia adalah pemain dengan bakat hebat,” tambah pria yang kini menangani Manchester City tersebut.

Awal musim Barcelona kala itu dimulai dengan hasil kurang maksimal lantaran hanya bisa bermain imbang melawan Racing Santander dan malah menelan kekalahan saat melawan klub promosi, Numancia.

Namun semua itu hanya sebuah permulaan buruk karena pada musim tersebut Barcelona berhasil meraih trebel dengan memenangkan LaLiga Spanyol, Copa del Rey, dan Liga Champions. Samuel Eto’o pun jadi bagian dari itu semua.

Ia memainkan peran sebagai centre-forward, ditemani Thierry Henry dan Lionel Messi yang menempati bagian sayap. Produktivitas Blaugrana saat itu pun tak main-main, mereka mencetak 105 gol dari 38 pertandingan.

Momen ini tentu menjadi memori tak terlupakan bagi Eto’o yang sempat menyinggung peran besarnya di Barcelona. Namun ia masih menyimpan perasaan yang begitu mengganjal pada Pep Guardiola yang konon lebih suka memasang Messi sebagai aktor utama.

“Saya berkata kepada Guardiola bahwa dia sebaiknya minta maaf kepada saya karena sayalah yang bisa membuat Barcelona menang, bukan Messi. Tanya saja Xavi, Iniesta, dan yang lain, saat itu adalah era saya,” ujar Eto’o pada 2019.

“Pep menghabiskan hidupnya di Barcelona tapi selama saya berada di sana, dia tidak mengerti skuat. Dia tidak menyukai kehidupan kami,” tambahnya.

Usai memenangkan trebel bersama Barcelona pada 2008-2009, akhirnya Samuel Eto’o terbebas dari seorang Pep Guardiola. Ia pun merapat ke Inter Milan sebagai bagian kesepakatan barter Zlatan Ibrahimovic.