Liga Champions

Kingsley Coman, Didikan PSG yang Jadi Pahlawan Bayern Munchen di Liga Champions

Senin, 24 Agustus 2020 05:31 WIB
Penulis: Arif Budi Setyanto | Editor: Theresia Ruth Simanjuntak
© Twitter @championsleague
Pemain Bayern Munchen, Kingsley Coman, mencetak gol ke jala PSG di final Liga Champions, Senin (24/08/20) dini hari WIB. Copyright: © Twitter @championsleague
Pemain Bayern Munchen, Kingsley Coman, mencetak gol ke jala PSG di final Liga Champions, Senin (24/08/20) dini hari WIB.

INDOSPORT.COM - Kingsley Coman adalah ironi bagi Paris Saint-Germain. Coman merupakan anak didik PSG, tapi menjadi pahlawan bagi Bayern Munchen di babak final Liga Champions, Senin (24/08/20) dini hari WIB.

PSG yang lolos untuk pertama kalinya ke final Liga Champions harus meladeni lawan berat Bayern Munchen. Pertandingan PSG vs Bayern Munchen pun berlangsung alot sejak menit pertama.

Tak ada gol yang tercipta di babak pertama, meski kedua tim sama-sama memiliki peluang yang bagus. Hingga akhirnya gol yang dinanti tiba. Adalah Kingsley Coman yang menjadi pemecah kebuntuan bagi Bayern Munchen di menit ke-59.

Memanfaatkan umpan akurat Joshua Kimmich, Coman langsung menyambarnya dengan sundulan yang merobek gawang Keylor Navas. Gol Coman ini menjadi gol semata wayang yang mengantarkan Bayern Munchen menang 1-0 atas PSG di babak final Liga Champions.

Dengan hal itu, Bayern Munchen mengunci status sebagai juara Liga Champions musim 2019/20. Total FC Hollywood sudah menjadi juara Liga Champions sebanyak enam kali.

Nah, ironinya di laga final ini, penentu kemenangan Bayern Munchen adalah pemain yang pernah menjadi anak didik lawannya, PSG. Kingsley Coman sudah menimba ilmu bersama Les Parisiens pada 2004 silam.

Lahir di Paris, Prancis, Coman memulai karier sepak bola dengan US Sénart-Moissy pada tahun 2002, di usia 6 tahun. Setelah dua tahun, ia akhirnya bergabung dengan PSG pada 2004.

Selama sembilan tahun Coman mengenyam sepak bola bersama Les Parisiens. Hingga akhirnya ia melakukan debut profesional dengan PSG pada 13 Februari 2013, melawan Sochaux, dalam kekalahan 3-2. Coman bermain sebagai pengganti Marco Verratti di menit ke-87.

Kala itu, Coman merupakan pemain termuda yang tampil untuk PSG di usianya yang masih 16 tahun, 8 bulan, dan 4 hari. Karena ikut bermain, Coman dianugerahi medali di liga pada akhir musim karena PSG menjadi juara Ligue 1 Prancis pada musim 2013/14.

Namun, setelah melakukan debutnya, karier Coman tak berlangsung lama bersama PSG. Tercatat bersama tim senior Les Parisiens, ia hanya bermain dalam empat pertandingan di semua kompetisi.

Hal itu karena Coman hijrah ke Italia setelah kontraknya berakhir dengan PSG. Coman bergabung ke Juventus di musim pada Juii 2014 yang lalu. Akan tetapi, ia tak betah bersama Si Nyonya Tua dan akhirnya Coman dipinjamkan ke Bayern Munchen.

Juventus meminjamkan Kingsley Coman ke Bayern Munchen selama dua musim. Mulai membaik dan menunjukkan potensi, akhirnya Die Roten mengambil langkah untuk mempermanenkan pemain sepak bola yang kini berusia 24 tahun.

Setelah menjalani musim yang naik turun, Coman sendiri akhirnya gemilang bersama Bayern Munchen di musim 2017/18 dengan bermain dalam 32 laga mencetak 7 gol dan 8 assist. Ia mendapatkan perpanjangan kontrak hingga 2023.

Pada akhirnya, bersama Bayern Munchen, Kingsley Coman mampu berkontribusi dan membantu tim lolos ke babak final Liga Champions 2019/20. Nah, lawan Bayern Munchen sendiri adalah klub yang pernah mendidiknya sejak kecil, PSG.

Jika sebelumnya Kingsley Coman lebih sering bermain dari bangku cadangan menggantikan Ivan Perisic. Kini malah kebalikannya, Coman dipercaya sebagai starter di laga final Liga Champions melawan PSG.

Keputusan Hansi Flick pun akhirnya tepat. Kingsley Coman mampu berulang kali meneror pertahanan PSG dari sisi kiri. Hingga akhirnya ia menjadi pahlawan bagi Bayern Munchen karena mencetak gol semata wayang di babak final Liga Champions serta mengubur impian tim masa lalunya, PSG untuk menjadi penguasa Eropa.