In-depth

Piala AFF 2016: Bukti Kejeniusan Alfred Riedl di Tengah Keterbatasan

Kamis, 10 September 2020 17:45 WIB
Editor: Ivan Reinhard Manurung
© Grafis: Yanto/INDOSPORT
Piala AFF 2016 bisa dikatakan salah satu prestasi gemilang almarhum Alfred Riedl selama menjadi pelatih Timnas Indonesia. Copyright: © Grafis: Yanto/INDOSPORT
Piala AFF 2016 bisa dikatakan salah satu prestasi gemilang almarhum Alfred Riedl selama menjadi pelatih Timnas Indonesia.

INDOSPORT.COM - Piala AFF 2016 bisa dikatakan salah satu prestasi gemilang almarhum Alfred Riedl selama menjadi pelatih Timnas Indonesia.

8 September 2020 lalu menjadi hari kelabu bagi pencinta sepak bola Indonesia. Mantan arsitek Skuat Garuda itu menghembuskan napas terakhirnya di usia 70 tahun.

Pelatih yang dahulu bermain untuk Timnas Austria itu dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit kanker yang memang sudah lama ia derita.

Semasa hidup, Alfred Riedl tercatat sudah melatih 15 tim dan lima di antaranya level Timnas. Berbagai prestasi pun sudah ia torehkan, contohnya saat membawa Vietnam dan Indonesia menjadi runnner up Piala AFF.

Di antara gelar runner up Piala AFF yang pernah ia raih, mungkin tidak ada yang lebih spektakuler ketia ia meraihnya bersama Timnas Indonesia pada 2016 lalu. Disebut spektakuler karena Timnas Indonesia saat itu bisa menembus babak final di tengah banyak batu sandungan.

Perlu diketahui, pada 2016 lalu, sepak bola Indonesia sempat mengalami mati suri. FIFA menjatuhkan hukuman kepada Indonesia setelah Menpora saat itu, Imam Nahrawi membekukan PSSI.

Akibat dari sanksi tersebut, Timnas Indonesia praktis kehilangan agenda. Kompetisi lokal pun diganti menjadi turnamen sementara bertajuk Indonesian Soccer Championship.

Beruntung pada Mei 2016, FIFA resmi mencabut sanksi pada Indonesia, yang berarti Skuat Garuda bisa kembali mentas di level internasional. Saat itu, event terdekat adalah Piala AFF 2016 yang berlangsung mulai 19 November sampai 17 Desember 2016.

Jeda antara pencabutan sanksi FIFA dan tanggal berlangsungnya Piala AFF 2016 memiliki jarak kurang lebih 6 bulan. Namun, Alfred Riedl yang akhirnya ditunjuk lagi menjadi pelatih Indonesia baru bisa mengumpulkan pemain awal September.

Perjalanan Riedl dalam mengumpulkan pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2016 pun tak berjalan mulus. Adanya regulasi membuat ia tidak bisa bebas memilih pemain, karena haya boleh ada dua pemain dari klub yang sama.

Petaka tak berhenti sampai di situ. Irfan Bachdim, pemain yang diproyeksikan oleh Riedl untuk menjadi tandem Boaz Solossa mengalami cedera. Ferinando Pahabol sempat diminta untuk jadi pengganti namun tak diizinkan oleh Persipura Jayapura yang membutuhkan jasanya di ajang ISC 2016.

Setelah perdebatan sengit, Alfred Ried akhirnya mengumumkan total 22 pemain yang akan dibawanya mengarungi Piala AFF 2016, yakni:

Kiper: Andritany A (Persija), Kurnia Meiga (Arema), Teja Paku Alam (Sriwijaya FC)

Belakang: Benny W (Arema), Manahati L (PS TNI), Abdul Rachman (Persiba), Abduh L (PS TNI),Fakhruddin (Sriwijaya), Y Basna (Persib), Gunawan DC (Persija), Hansamu Y (Barito Putra)

Gelandang: Bayu Pradana (Mitra Kukar), Dedi Kusnandar (Sabah),Zulham Zamrun (Persib), Rizky Pora (Barito Putera), Andik Vermansah (Selangor), Bayu Gatra (Madura United), Evan Dimas (Bhayangkara FC), Stefano Lilipaly (Telstar).

Depan: Boaz Salossa (Persipura), Ferdinand Sinaga (PSM), Lerby Eliandry (Pusamania Borneo).

Selain kesulitan mencari pemain, Alfred Ridel juga sulit untuk mengatur jadwal pemusatan latihan. Tapi untungnya Timnas Indonesia sempat menjalani laga uji coba kontra Vietnam, Myanmar, dan Malaysia.

Dengan pemilihan pemain yang terbatas, serta minimnya waktu latihan dan laga uji coba, Timnas Indonesia besuta Alfred Riedl pun memulai petualangannya di Piala AFF 2016.

Tergabung di Grup A, Kurnia Meiga langsung dipaksa menelan pil pahit di laga perdananya. Berhadapan dengan Thailand, Timnas Indonesia takluk dengan skor 2-4. Kondisi itu diperparah setelah di laga selanjutnya kontra Filipina, mereka imbang 2-2.

Beruntung bagi Timnas Indonesia, di laga terakhir penyisihan Grup A Piala AFF 2016, mereka berhasil menang tipis 2-1 atas Singapura, sementara Filipina takluk 0-1 dari Thailand. Hasil itu membuat Timnas Indonesia lolos ke semifinal dengans status runner up Grup A.

Di babak semifinal, Timnas Indonesia bertemu juara Grup B, yakni Vietnam. Melakoni laga kandang dan tandang, Stefano Lilipaly dan kolega sukses merebut tiket final usai unggul agregat 4-3.

De Javu pun terjadi di final Piala AFF 2016. Timnas Indonesia kembali bertemu dengan Thailand yang melibas mereka di partai penyisihan Grup A.

Berstatus sebagai tuan rumah lebih dulu, Timnsa Indonesia mampu membangkitkan harapan juara setelah unggul 2-1 di leg pertama. Sialnya, di leg kedua, senyum tersebut harus pudar setelah tuan rumah Thailand memenangkan pertandingan dengan skor 2-0.

Meskipun kembali gagal membawa pulang trofi Piala AFF ke Tanah Air, gelar runner up di 2016 itu sendiri disambut sorak sorai. Dengan persiapan yang minim dan keterbatasan pemain, Timnas Indonesia sukses menjadi runner up Piala AFF 2016.

Gelar runner up Piala AFF 2016 itu sendiri menjadi kado terakhir Alfred Riedl bagi seluruh pencinta sepak bola Indonesia.

Setelahnya, RIedl lama tidak melatih dan sempat dirumorkan akan bergabung dengan Persebaya Surabaya di Liga 1. Namun, hal tersebut tak terjadi dan beliau pun akhirnya tetap mengakhiri karier sebagai pelatih Timnas Indonesia sampai akhir hayatnya. Selamat jalan coach dan terima kasih atas segara kontribusi membangun sepak bola Indonesia.