In-depth

Sejarah Kemenangan Paling Telak Liverpool di Liga Champions, 8-0 Bos!

Jumat, 6 November 2020 07:05 WIB
Editor: Indra Citra Sena
© Twitter LFC Fans Corner
Selebrasi Steven Gerrard usai mencetak gol untuk Liverpool dalam pertandingan Liga Champions kontra Besiktas, 6 November 2007. Copyright: © Twitter LFC Fans Corner
Selebrasi Steven Gerrard usai mencetak gol untuk Liverpool dalam pertandingan Liga Champions kontra Besiktas, 6 November 2007.

INDOSPORT.COM - Tanggal 6 November meninggalkan kesan istimewa bagi para pendukung Liverpool. Tepat 13 tahun silam, klub kebanggaan mereka mengukir kemenangan terbesar sepanjang kiprah di Liga Champions.

Momen itu terjadi pada matchday keempat Liga Champions 2007-2008 di Anfield. Menjamu wakil Turki, Besiktas, Liverpool menggelontorkan delapan gol tanpa balas dalam tempo 90 menit!

Festival gol Liverpool bermula saat Peter Crouch menggetarkan gawang Besiktas pada menit ke-19 melalui aksi individual. Berikutnya, Yossi Benayoun gantian mencatatkan nama di papan skor dan membuat Si Merah menutup babak pertama keunggulan 2-0.

"Gol pertama adalah kunci kemenangan besar Liverpool. Para pemain tampil penuh percaya diri usai membuka skor pada malam itu," cetus pelatih Rafael Benitez.

Keganasan Liverpool bertambah usai turun minum. Sebanyak enam gol tambahan sukses dibukukan lewat Benayoun (53’, 56’), Steven Gerrard (69’), Ryan Babel (79’, 81’), dan ditutup oleh tandukan jarak dekat Peter Crouch (89’).

“Kemenangan ini terasa spesial bagi semua orang di Liverpool. Saya senang bisa mencetak gol, tapi yang lebih penting adalah kami menang,” kata Yossi Benayoun mengomentari hattrick-nya seperti dilansir Teamtalk

Maksud dari kata “spesial” dalam pernyataan Benayoun bermakna ganda. Selain menorehkan tinta emas di buku sejarah klub, hasil tersebut juga menjadi titik balik kebangkitan Liverpool di fase grup Liga Champions 2007-2008.

Liverpool sempat menuai hasil mengecewakan di tiga matchday awal, yaitu sekali imbang dengan Porto (1-1) serta dua kali kalah dari Marseille (0-1) dan Besiktas (1-2). Pembantaian di Anfield telah mengembalikan rasa percaya diri para pemain.

Terbukti, Liverpool mampu memenangi dua laga sisa fase grup dengan skor telak pula melawan Porto (4-1) dan Marseille (4-0). Steven Gerrard dkk. pun berhak melaju ke fase gugur dengan status runner-up Grup A menemani FC Porto.  

Dalam perjalanannya, rekor kemenangan besar di Liga Champions rupanya memang identik dengan Liverpool. Mereka lagi-lagi mengukir tinta emas dalam sejarah kompetisi tersebut berselang satu dekade kemudian.

Liverpool diketahui menggunduli jagoan Slovenia, Maribor, tujuh gol tanpa balas di hadapan pendukung lawan dalam pertandingan fase grup Liga Champions 2017-2018.

Berdasarkan statistik, itulah kemenangan tandang terbesar Liverpool di Liga Champions sepanjang masa. Roberto Firmino (2), Philippe Coutinho, Mohamed Salah (2), Alex Oxlade-Chamberlain, dan Trent Alexander-Arnold secara bergantian menjebol gawang Maribor. 

Susunan Pemain:

Liverpool (4-4-2): 25-Reina; 12-Aurelio (18-Babel 63’), 23-Carragher, 4-Hyypia, 17-Arbeloa; 11-Benayoun, 8-Gerrard (21-Lucas 73’), 20-Mascherano, 6-Riise; 10-Crouch, 10-Voronin (7-Kewell 72’)
Cadangan: 40-Martin, 3-Finnan, 9-Torres, 18-Kuyt
Pelatih: Benitez (Spa)

Besiktas (4-3-3): 84-Arklan; 15-Diatta, 58-Toraman, 2-Kurtulus (9-Higuain 62’), 19-Uzulmez; 3-Sedef (17-Ricardinho 78’), 18-Cisse, 41-Avcl; 21-Ozkan (22-Tandogan 46’), 10-Delgado, 13-Bobo
Cadangan: 1-Rustu, 6-Yozgatli, 78-Kas, 99-Karadeniz
Pelatih: Saglam

Stadion: Anfield (41.143)
Gol: Crouch 19’, 89’, Benayoun 32’, 53’, 56’, Gerrard 69’, Babel 79’, 81’
Wasit: Markus Merk
Kartu Kuning: Ozkan (B)
Kartu Merah: -