Liga Indonesia

Aksi MMGA Berawal dari Keresahan Aremania Atas Polemik Dualisme Klub

Selasa, 17 November 2020 00:26 WIB
Kontributor: Ian Setiawan | Editor: Coro Mountana
© Ian Setiawan/INDOSPORT
Melalui gerakan MMGA, Aremania menyuarakan aspirasi menuntut berakhirnya dualisme Arema di depan gedung DPRD Kota Malang. Copyright: © Ian Setiawan/INDOSPORT
Melalui gerakan MMGA, Aremania menyuarakan aspirasi menuntut berakhirnya dualisme Arema di depan gedung DPRD Kota Malang.

INDOSPORT.COM - Koordinator aksi MMGA (Make Malang Great Again), Andi Sinyo menandaskan bahwa gerakan yang mereka lakukan berawal dari rangkaian keresahan Aremania atas dualisme klub yang tak berujung. 

Sebagaimana diketahui, massa aksi atas nama MMGA menggelar aksi demonstrasi sebagai cara menyampaikan aspirasinya terhadap tim Singo Edan, yang menurut mereka masih menyimpan bara perpecahan. 

"Pada dasarnya gerakan ini adalah keresahan Aremania terhadap situasi (adanya) dua (klub) Arema di Malang," ujar Andi Sinyo kepada media di depan Gedung DPRD kota Malang, Senin (16/11/20). 

"Sembilan tahun lamanya, tidak ada solusi. Hingga kita (kalangan suporter) terpecah belah," sambung dia. 

Dalam tuntutannya, aksi MMGA meminta anggota dewan berperan aktif untuk membantu upaya mediasi antara Aremania dengan Arema. Dalam hal ini para pengurus yayasan klub yang terdiri atas empat nama, sebagaimana yang tercantum dalam data Kemenkumham. 

"Aremania saling beradu argumentas, sampai kapan hal ini terjadi. (Image) Aremania di Indonesia sudah jatuh, sehingga mari kita bangun lagi dengan persatuan," Andi Sinyo menandaskan. 

Massa yang sekira dua ribuan orang itu pun secara berangsur membubarkan diri secara tertib. Kondusivitas situasi mereka tunjukkan setelah Wali Kota Malang, Sutiaji bersedia menemui demonstran dan menampung aspirasi mereka. 

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%