In-depth

Bedah Formasi Mengerikan Chelsea di Bawah Thomas Tuchel: Janji Lebih Menekan!

Selasa, 26 Januari 2021 16:35 WIB
Editor: Prio Hari Kristanto
© Jean Catuffe/Getty Images
Pelatih asal Jerman, Thomas Tuchel, kuat dikabarkan bakal menggantikan peran Lampard di Chelsea. Akan seperti apa The Blues bermain di bawah Tuchel? Copyright: © Jean Catuffe/Getty Images
Pelatih asal Jerman, Thomas Tuchel, kuat dikabarkan bakal menggantikan peran Lampard di Chelsea. Akan seperti apa The Blues bermain di bawah Tuchel?

INDOSPORT.COM - Pelatih asal Jerman, Thomas Tuchel, kuat dikabarkan bakal menggantikan peran Lampard di Chelsea. Akan seperti apa The Blues bermain di bawah Tuchel?

Klub raksasa Liga Inggris, Chelsea, akhirnya berpisah jalan dengan pelatih mereka, Frank Lampard, setelah menderita rangkaian hasil buruk di putaran pertama. 

Lewat situs resminya, Chelsea resmi mengumumkan pemecatan Frank Lampard dari kursi pelatih The Blues pada Senin (25/01/21) kemarin. Manajemen The Blues dikabarkan akan menunjuk mantan pelatih Paris Saint-Germain, Thomas Tuchel, sebagai pengganti Lampard. 

Saat ini Thomas Tuchel dilaporkan tinggal menerima tawaran kontrak saja dari manajemen Chelsea. Jika benar Tuchel bakal melatih Chelsea, bakal seperti apa strategi dan formasi yang dimainkan oleh Chelsea?

Bedah Formasi Chelsea di Bawah Thomas Tuchel

Thomas Tuchel merupakan salah satu pelatih muda berbakat dengan segudang pengalaman. Di usianya yang baru 47 tahun (lima tahun lebih tua dari Frank Lampard), ia telah berkarier di dunia kepelatihan selama 11 tahun lebih (sejak menangani Mainz 05 pada 2009).

Selain itu, Tuchel memiliki presentase kemenangan mumpuni dengan beragam gelar. Dari 402 pertandingan yang ia jalani sebagai pelatih, ia memiliki presentase kemenangan sebesar 55,22 persen dengan torehan tujuh gelar.

Dengan catatan tersebut, Tuchel sudah memiliki CV mentereng yang bisa ia sodorkan ke Chelsea. Kebetulan pula, The Blues adalah klub yang menuntut gelar di tiap musimnya. 

Secara teknis Tuchel juga terbukti sebagai pelatih jempolan. Tuchel dikenal sebagai pelatih muda dengan ide segudang di dunia sepak bola.

Ide-ide tersebut ia terapkan dalam permainan dan menciptakan sebuah pattern/pola. Tuchel di setiap strateginya memiliki pola permainan berbasis penguasaan bola disertai gegenpressing. 

Walau memiliki ciri khas, tetapi Tuchel tidak terpaku kepada satu formasi. Untuk itu, jika jadi melatih Chelsea, fans The Blues pun harus bersiap melihat timnya tampil dengan lebih dinamis. 

Jika melihat rekam jejaknya, ada kemungkinan Chelsea akan bermain dengan formasi utama 4-3-3 di bawah Tuchel. Di atas kertas, formasi ini tak jauh berbeda dengan era Lampard. 

Pada formasi 4-3-3, Tuchel akan memainkan Mason Mount, Jorginho, dan Kovacic sebagai gelandang barisan tengah. Sementara Christian Pulisic dan Hakim Ziyech akan bermain di kedua sayap. 

Posisi striker tunggal pun akan diserahkan kepada TImo Werner atau pun Tammy Abraham. Dalam formasi ini, Kai Havertz juga bisa dimainkan menggantikan peran Christian Pulisic. 

Sejauh ini, formasi yang ditawarkan Tuchel tak jauh berbeda dari Lampard, namun ada kelebihan lain yang dimiliki oleh Tuchel. Tuchel adalah pelatih yang fleksibel dan terbiasa memainkan sejumlah formasi dalam sebuah pertandingan. 

Hal tersebut terlihat saat dirinya melatih Borussia Dortmund. Dengan skema 4-3-3 atau 4-2-3-1, Tuchel terkadang merubahnya menjadi 2-3-5 atau 3-2-5 yang mengakomodir pemainnya bergerak bebas mencari ruang sekaligus memberi tekanan saat menyerang dan bertahan.

Dengan begini, pemain yang memiliki kemampuan beroperasi di sejumlah posisi pun bakal diuntungkan. Salah satunya tentu saja adalah Kai Havertz. 

Mantan bintang Leverkusen itu bisa dimainkan sebagai gelandang serang tengah dan juga penyerang sayap. Perannya pun akan sangat dibutuhkan di bawah Tuchel.

Selain itu, bukan tidak mungkin Tuchel bakal memainkan dua striker murni sekaligus untuk mendukung strateginya. Hal ini bisa memberikan kesempatan lebih banyak bagi Tammy Abraham untuk tampil baik di Liga Inggris maupun Liga Europa. 

Dalam taktiknya, Tuchel juga kerap memanfaatkan lebar lapangan. Itu artinya, peran penyerang sayap dan fullback akan sangat dibutuhkan. Sebuah kabar baik bagi Ben Chilwell dan Hakim Ziyech. 

Pelatih Idaman Pemain Muda

Selain kaya akan taktik, Tuchel juga dikenal bagus dalam mengembangkan bakat muda. Tuchel memiliki pengalaman membawa Mainz 05 (yang bermaterikan kombinasi pemain muda) berjaya dengan finis di tempat kelima Bundesliga Jerman 2010/11.

Dengan latar belakang tersebut, Tuchel pun menjadi pilihan sempurna bagi Chelsea yang juga tengah berada dalam masa transisi dan dihuni para pemain muda seperti Kai Havertz, Timo Werner, Hakim Ziyech, sampai Tammy Abraham. Pemain muda yang bersinar bersama Tuchel di Dortmund, Christian Pulisic, juga berada di Stamford Bridge.

Dalam hal pemain muda, Tuchel bisa menjadi penerus sprititual yang disempurnakan dari seorang Frank Lampard yang sebelumnya juga akrab dengan pemain-pemain belia. 

Selain Kai Havertz, Timo Werner, Hakim Ziyech, Tammy Abraham dan Christian Pulisic, Chelsea juga punya pemain muda lain yang terus membutuhkan pengakuan seperti Mason Mount, Billy Gilmour, Reece James, dan Callum Hudson-Odoi. Memilih Thomas Tuchel sepertinya adalah keputusan tepat untuk Chelsea.