In-depth

Benarkah Liverpool Juara Bertahan Terburuk Sepanjang Sejarah Liga Inggris?

Sabtu, 13 Februari 2021 13:49 WIB
Editor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya
© Laurence Griffiths/PA Images via Getty Images
Skuat Inggris di Liverpool rayakan gelar juara Liga Primer Inggris Copyright: © Laurence Griffiths/PA Images via Getty Images
Skuat Inggris di Liverpool rayakan gelar juara Liga Primer Inggris
Benarkah Liverpool Juara Bertahan Terburuk?

Total 23 laga telah dijalani Liverpool di Liga Inggris 2020/21. Dalam 23 laga tersebut, The Reds telah mengumpulkan 40 poin berkat 11 kemenangan, tujuh hasil imbang dan lima kekalahan.

Jika merujuk musim lalu yakni 2019/20 kala Liverpool juara, raihan poin hingga pekan ke-23 ini jauh dari kata baik dan malah terkesan buruk.

Pada musim 2019/20 lalu, dalam 23 laga Liga Inggris Liverpool mampu mengoleksi 67 poin buah dari 22 kemenangan dan satu hasil imbang (kala menghadapi Manchester United di pekan ke-9).

Saat musim 2019/20 kala Liverpool menjadi kampiun, The Reds mampu mencetak 54 gol dalam 23 laga. Bila dibandingkan musim ini dalam jumlah laga yang sama, terdapat gap begitu jauh di mana gol yang diciptakan hanya 44 gol.

Padahal, di musim 2020/21 ini lini depan Liverpool masih lengkap. Jauh dari badai cedera, berbeda engan lini belakang yang memang tengah diterpa cedera.

Jika dihitung-hitung, hingga akhir musim 2020/21 nanti, Liverpool diperkirakan hanya akan finis di tempat kelima dengan torehan 66 poin saja atau naik 26 poin dari 15 laga tersisa musim ini.

Dengan kata lain, Liverpool mengalami penurunan 33 poin dari musim lalu saat menjadi juara dengan torehan 99 poin. Apakah ini menjadi tanda bahwa The Reds juara bertahan yang buruk?

Jika berpatokan pada perkiraan poin hingga akhir musim 2020/21 nanti, tentu Liverpool bukanlah juara bertahan yang buruk mengingat sebelumnya Chelsea dan Leicester City kehilangan 37 poin di musim selanjutnya dengan status juara bertahan.

Parahnya lagi, Chelsea yang berstatus juara pada musim 2014/15, hanya finis di tempat ke-10 di musim 2015/16. Pun dengan Leicester yang finis di tempat ke-12 pada musim 2016/17 usai menjadi kampiun di musim 2015/16.

Berarti, pernyataan Roy Keane yang menyebut Liverpool sebagai juara bertahan terburuk salah besar. Namun, bukan berarti The Reds tampil dengan apik di Liga Inggris musim 2020/21 ini.