Musuh Dewi Fortuna di Liga Inggris 2020/21 Itu Bernama Brighton & Hove Albion
Saat ini, Brighton & Hove Albion atau yang biasa disapa Brighton berada di posisi 16 klasemen Liga Inggris 2020/21 atau dua strip di atas zona merah.
Brighton mengumpulkan 26 poin dari 25 laga berkat lima kemenangan dan 11 hasil imbang dengan memasukkan 26 gol dan kebobolan 32 gol.
Hasil yang didapat Brighton sejauh ini terkesan biasa-biasa saja. Tak ada yang istimewa ataupun tak ada yang salah mengingat The Seagulls bukanlah tim ternama dan tim papan atas.
Namun, hasil yang didapat Brighton sejauh ini menjadi bukti nyata bahwa untuk meraih hasil apik di lapangan, perlu ada peran Dewi Fortuna. Sebab secara penampilan, apa yang didapat The Seagulls sejauh ini di luar logika manusia.
Ada sebuah ungkapan yang berbunyi ‘ Usaha Takkan Mengkhianati Hasil’. Ungkapan itu dianggap benar bagi semua orang. Namun, ungkapan itu takkan terbukti bila tak dibarengi keberuntungan. Itulah yang terjadi pada Brighton musim ini.
Percaya atau tidak, dalam 25 laga yang telah dilakoni di Liga Inggris 2020/21, seharusnya Brighton berada di enam besar klasemen ketimbang di papan bawah, alih-alih tempat ke-16.
Dilihat dari xG (Expected Goals) atau kualitas sebuah peluang berbuah gol, dalam 10 laga kandang terakhirnya di Liga Inggris Brighton selalu mengungguli nilai xG lawannya di Amex Stadium.
Dikutip dari laman Infogol, Brighton hanya kalah nilai xG satu kali dalam 10 laga kandang yakni dari Arsenal (0.94 berbanding 1.26). Selebihnya, The Seagulls selalu mencetak nilai 1.59 hingga 3.03 xG unggul jauh atas lawan-lawannya.
Dengan nilai xG yang berkisar antara 1.59 hingga 3.03 dalam sembilan laga, seharusnya Brighton mampu mencetak rata-rata dua gol per laga. Jika dipresentasekan, secara nilai xG The Seagulls diyakini 91 persen menang atas lawan-lawanya.
Namun dilihat dari hasil akhir, Brighton malah meraih enam hasil seri, satu kemenangan dan dua kekalahan dari sembilan laga yang di mana mereka unggul nilai xG atas lawan-lawannya.
Nilai xG yang dimiliki Brighton ini sendiri berlanjut pada xP (Expected Points) atau perhitungan poin yang didapat sebuah tim berdasarkan peluang yang dibuat sebuah tim dan peluang kebobolan di sebuah laga.
Dengan nilai xG di antara 1.59 hingga 3.03 dalam sembilan laga terakhirnya, Brighton mendapat 2.97 xP per laga atau singkatnya seharusnya bisa meraih tiga poin di setiap laga.
Jika dirinci lebih dalam, xP Brighton di Liga Inggris musim 2020/21 saat bermain di kandang mencapai 27.1 xP atau unggul atas Manchester City (26.9 xP) an Liverpool (23.1 xP).
Dengan statistik tersebut, secara keseluruhan Brighton seharusnya mendapat 42 poin dan duduk nyaman di tempat kelima Liga Inggris 2020/21 di belakang Man City, Chelsea, Liverpool dan Manchester United ketimbang duduk di tempat ke-16. (Seperti grafis yang diambil dari kicauan @xGPhilosophy di bawah ini).
— The xG Philosophy (@xGPhilosophy) February 25, 2021
Ketidakselarasan statistik dengan hasil yang didapat Brighton sendiri tak lepas dari buruknya penyelesaian akhir para penyerangnya serta kualitas para pemain bertahannya. Dengan kata lain, Graham Potter selaku pelatih terlalu hebat untuk menukangi tim sekelas The Seagulls.
Dari sinilah mengapa ungkapan ‘Usahan Takkan Mengkhianati Hasil’ tak selamanya benar. Brighton adalah bukti nyata. Meskipun bermain apik dan unggul secara permainan, nyatanya hasil tak selalu berpihak kepada mereka.
Wajar bila menyebut Brighton adalah tim tersial di Liga Inggris sepanjang sejarah. Entah mengapa di musim ini Dewi Fortuna nampak enggan memayungi Graham Potter dan The Seagulls.