Liga Inggris

Liga Inggris: Minim Trofi Bergengsi, Rangnick Tetap Pas Tangani Man United

Selasa, 30 November 2021 17:35 WIB
Penulis: Izzuddin Faruqi Adi Pratama | Editor: Prio Hari Kristanto
© Twitter.com/ManUtd
Nyaris nihilnya prestasi Ralf Rangnick dalam bentuk trofi sebagai manajer diprediksi tidak akan menghalangi target suksesnya bersama Manchester United. Copyright: © Twitter.com/ManUtd
Nyaris nihilnya prestasi Ralf Rangnick dalam bentuk trofi sebagai manajer diprediksi tidak akan menghalangi target suksesnya bersama Manchester United.

INDOSPORT.COM - Tidak banyaknya jumlah trofi yang bisa dibanggakan oleh Ralf Rangnick dalam kariernya dirasa tidak membuat ia pantas diragukan di kancah Liga Inggris. Penunjukannya sebagai pelatih interim Manchester United diprediksi akan tetap berujung sukses.

Saat masih aktif meramu taktik sebelum akhirnya berkecimpung di balik layar sebagai direktur olahraga, Rangnick sempat menangani sejumlah klub ternama Jerman. Sebut saja VfB Stuttgart, FC Schalke 04, Hannover 96, Hoffenheim, dan RB Leipzig.

Kendari demikian trofi yang paling bergengsi yang pernah ia raih 'hanya' Piala Intertoto, DFB-Pokal, DFL-Supercup, dan DFL-Ligapokal. Rangnick di Eropa juga paling banter mengantar Schalke ke semi final Liga Champions 2011/2012 sebelum kalah dari United yang saat itu juga juara Liga Inggris.

Akan tetapi,ia memang manajer yang spesialisnya adalah membangun tim dari bawah. Contohnya saja kala menjadi aktor naiknya Leipzig dari kasta keempat Jerman hingga kini langganan Liga Champions dan Hoffenheim dari kasta ketiga.

"Memang benar Ralf Rangnick cuma pernah memenangkan Piala FA-nya Jerman namun kariernya bisa dijelaskan konteks. Jika anda sukses membawa tim divisi bawah ke Bundesliga maka itu adalah keberhasilan besar," ungkap Rafa Honigstein, seorang jurnalis Jerman, pada Sky Sports.

"Rangnick adalah sosok yang tepat jika anda ingin memberikan kunci klub pada seseorang dengan perintah memainkan sepak bola indah, mengutamakan pemain muda, dan target promosi dari divisi antah berantah hingga Liga Champions,"

"Kenapa ia tidak melatih klub besar saja seperti Bayern Munchen atau timnas Jerman? Itu karena Rangnick di masanya tidak terkenal dan kalah saing. Jika sedari awal ia fokus melatih aku jamin CV-nya akan berbeda sekarang," pungkasnya kemudian.