Liga Spanyol

Bocor! Begini Cara Barcelona Gaet Ferran Torres Meski Sedang Melarat

Senin, 27 Desember 2021 10:55 WIB
Penulis: Izzuddin Faruqi Adi Pratama | Editor: Indra Citra Sena
© Victoria Haydn/Manchester City FC via Getty Images
Segera datangnya pemasukan tambahan dari sponsor menjadi salah satu alasan Barcelona bisa membeli Ferran Torres di tengah krisis ekonomi. Copyright: © Victoria Haydn/Manchester City FC via Getty Images
Segera datangnya pemasukan tambahan dari sponsor menjadi salah satu alasan Barcelona bisa membeli Ferran Torres di tengah krisis ekonomi.

INDOSPORT.COM - Sudah bukan rahasia lagi jika Barcelona sejak akhir musim lalu berada dalam titik terendah mereka usai dinyatakan nyaris pailit.

Akan tetapi ajaibnya pada bursa transfer musim dingin 2022 mendatang Los Cules justru siap menyambut kedatangan pemain seharga 55 juta Euro dalam diri Ferran Torres.

Tentunya kemudian banyak yang heran dengan kesuksesan Barcelona merealisasikan rumor yang sejak musim lalu sudah berembus itu. 

Apalagi di musim panas 2021, mereka hanya mampu menggaet pemain gratisan macam Eric Garcia, Memphis Depay, dan Sergio Aguero.

Sejumlah pemain senior dengan upah selangit seperti Sergio Busquets, Gerard Pique, dan Jordi Alba pun dipaksa untuk potong gaji. 

Sebelumnya kontrak Lionel Messi juga sudah tidak bisa diperpanjang dan sang megabintang terpaksa berlabuh ke Paris Saint-Germain.

Maka dari itu tanda tanya dari publik pun bermunculan ketika Torres dilaporkan setuju untuk bermain di Camp Nou tahun depan. Maka, Marca, media asal Spanyol itu pun memberikan penjelasan singkat.

Pensiunnya Aguero belum lama ini akibat masalah jantung akut membuat Barcelona bisa sedikit menyisihkan uang yang harusya dialokasikan untuk membayar gaji sang bintang Argentina. Tidak banyak memang, namun setidaknya cukup membuat La Blaugrana bernafas lega.

Begitu juga dengan anggaran sekitar 10 juta euro (sekitar Rp160 miliar) yang awalnya disimpan untuk mempermanenkan transfer Yusuf Demir.

Sang pemain muda kabarnya bakal dipulangkan ke Rapid Vienna usai Barcelona tidak lagi mau memainkannya karena bila penampilannya melewati 10 kali maka pembelian jadi sebuah kewajiban.