Liga Inggris

Saingi Sultan Arab, Rekan Donald Trump Beri Tawaran Fantastis untuk Akuisisi Chelsea

Rabu, 16 Maret 2022 16:31 WIB
Penulis: Nadya Riska Nurlutfianti | Editor: Isman Fadil
© Grafis: Eli Suhaeli/INDOSPORT
Bursa calon pemilik baru Chelsea kian memanas seiring hadirnya rekan Donald  Trump yang memberikan tawaran bernilai fantastis untuk akuisisi The Blues. Copyright: © Grafis: Eli Suhaeli/INDOSPORT
Bursa calon pemilik baru Chelsea kian memanas seiring hadirnya rekan Donald Trump yang memberikan tawaran bernilai fantastis untuk akuisisi The Blues.

INDOSPORT.COM – Bursa calon pemilik baru Chelsea kian memanas seiring hadirnya rekan Donald  Trump yang memberikan tawaran bernilai fantastis untuk akuisisi The Blues.

Saat ini, Chelsea seperti ayam kehilangan induk karena tak punya pemilik resmi usai Roman Abramovich dijatuhi sanksi pemerintah Inggris.

Pemberian sanksi pemerintah Inggris ke Abramovich berimbas pada operasional Chelsea, selaku aset milik orang kaya raya asal Rusia itu.

Lantaran sanksi yang diterima pria berusia 55 tahun itu, Chelsea tak bisa beroperasional layaknya klub sepak bola profesional pada umumnya.

Chelsea tak bisa menjual tiket pertandingan, menjual merchandise, memperpanjang kontrak pemain dan bahkan juga melakukan aktivitas jual beli pemain.

Tak cukup sampai di situ, Chelsea bahkan harus menjalani pertandingan di bawah lisensi, di mana The Blues berada dalam pengawasan pemerintah.

Lantaran rekeningnya turut dibekukan, Chelsea hanya diberi dana sangat minim untuk menjalani laga tandang di seluruh ajang yang diikuti.

Contohnya Chelsea harus rela bepergian naik bus ke Prancis agar bisa menjalani Liga Champions saat bertandang ke markas Lille.

Sehingga, mau tak mau Chelsea harus menerima keadaan ini dan mau tak mau harus menunggu datangnya pemilik baru yang tengah diseleksi.

Dari sekian banyak calon pemilik baru, muncul satu nama yang langsung memberikan tawaran bernilai fantastis untuk Chelsea. Tak disangka, sosok tersebut adalah rekan dari mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.