In-depth

Bedah Kualitas Calon Pelatih Manchester United: Pilih Erik ten Hag, Pochettino Atau Mancini?

Senin, 28 Maret 2022 02:32 WIB
Editor: Deodatus Kresna Murti Bayu Aji
© Reuters/Pedro Nunes
Pelatih Ajax Amsterdam, Erik ten Hag. Foto: REUTERS/Pedro Nunes Copyright: © Reuters/Pedro Nunes
Pelatih Ajax Amsterdam, Erik ten Hag. Foto: REUTERS/Pedro Nunes

INDOSPORT.COM - Saat ini ada tiga kandidat pelatih baru Manchester United yaitu Erik ten Hag, Mauricio Pochettino dan terbaru ada sosok Roberto Mancini.

Pasca gagal membawa Timnas Italia lolos ke Piala Dunia 2022, masa depan Roberto Mancini berada di ujung tanduk. Ia dikabarkan bakal segera mundur dari kursi pelatih kepala dalam waktu dekat.

Kemudian muncul spekulasi bahwa Roberto Mancini akan berusaha didatangkan untuk mengisi kursi pelatih kepala Manchester United yang sempat ditinggal Ole Gunnar Solskjaer.

Sementara ini manajemen Manchester United menunjuk Ralf Rangnick sebagai pelatih sementara. Setan Merah tampaknya tidak tertarik untuk mempermanenkan Ralf Rangnick karena ingin menjadikan pria asal Jerman ini sebagai konsultan tim selama dua tahun ke depan.

Hal itu membuat manajemen kini sedang mencari sosok pelatih kepala yang pas untuk musim depan. Lantas di antara Erik ten Hag, Mauricio Pochettino dan Roberto Mancini, siapa yang layak mengisi kursi pelatih kepala Manchester United? Berikut INDOSPORT telah membedah kualitas ketiganya:

Erik ten Hag

Pelatih Ajax Amsterdam, Erik ten Hag menjadi kandidat terkuat sebagai pelatih baru Manchester United menggantikan Ralf Rangnick.

Pria berusia 52 tahun itu memiliki track record yang bagus selama menangani Ajax Amsterdam. Ia berhasil mempersembahkan lima gelar domestik seperti Eredivisie (2), KNVB Cup (2), dan Piala Super Belanda (1).

Musim ini ia berpeluang untuk mempertahankan gelar Liga Belanda. Saat ini, Ajax masih bertengger di posisi puncak dengan 66 poin dari 27 laga.

Tidak hanya di pasar domestik Erik ten Hag membawa Ajax berjaya. Di level Eropa pun ia mampu menjadikan De Joden jadi kekuatan baru yang diperhitungkan layaknya kuda hitam.

Pada musim 2018-2019 lalu, raksasa Belanda itu mampu menembus semifinal Liga Champions dengan menyingkirkan Real Madrid dan Juventus.

Pada musim ini, penampilan Ajax di Liga Champions juga sangat luar biasa. Sebastien Haller dkk mampu menembus babak 16 besar dengan menyapu bersih enam kemenangan di fase grup.

Namun sayang mereka harus kandas karena kalah agregat 2-3 dari Benfica, dan gagal melaju ke perempatfinal Liga Champions. Manchester United sendiri belum pernah melewati perempat final Liga Champions selama lebih dari satu dekade (sejak 2010/2011).