Bursa Transfer

Merapat ke Como 1907, Cesc Fabregas Ternyata Bisa Berduet dengan Kurniawan Dwi Yulianto

Jumat, 15 Juli 2022 14:36 WIB
Penulis: Ilham Oktafian | Editor: Indra Citra Sena
© Eddy Lemaistre/Icon Sport via Getty Images
Cesc Fabregras dilaporkan selangkah lagi bergabung dengan klub Serie B Liga Italia, Como 1907 di bursa transfer musim panas ini. Selidik punya selidik, pemain berusia 35 tahun tersebut ternyata bisa jadi rekan duet Kurniawan Dwi Yulianto. Kok bisa? Copyright: © Eddy Lemaistre/Icon Sport via Getty Images
Cesc Fabregras dilaporkan selangkah lagi bergabung dengan klub Serie B Liga Italia, Como 1907 di bursa transfer musim panas ini. Selidik punya selidik, pemain berusia 35 tahun tersebut ternyata bisa jadi rekan duet Kurniawan Dwi Yulianto. Kok bisa?

INDOSPORT.COM - Cesc Fabregras dilaporkan selangkah lagi bergabung dengan klub Serie B Liga Italia, Como 1907 di bursa transfer musim panas ini.

Selidik punya selidik, pemain berusia 35 tahun tersebut ternyata bisa jadi rekan duet Kurniawan Dwi Yulianto. Kok bisa?

Kabar Cesc Fabregras merapat ke Como 1907 memang tengah panas-panasnya. Pakar transfer Gianluca Di Marzio mengklaim jika Fabregas sepakat gabung Como 1907 dengan status free transfer.

Nantinya, eks AS Monaco tersebut akan meneken kontrak berdurasi 2 tahun alias tinggal di Stade Giuseppe-Sinigaglia hingga 2024 mendatang.

Keputusan Fabregas untuk membela panji Como 1907 ternyata sudah bulat, kendati sang gelandang mendapat tawaran dari klub lain.

"Cesc Fabregas akan segera menandatangani kontrak dengan Como Calcio , di divisi kedua Serie B Italia," ujar Di Marzio melansir dari situs resmi pribadinya.

"Kesepakatan sudah dilakukan, keputusan telah diambil: mantan gelandang Arsenal, Chelsea dan Barcelona telah memilih untuk memulai kembali dari Italia,"

"Dua tahun kontrak disepakati antara pihak," 

"Fabregas telah bermain dalam tiga musim terakhir untuk AS Monaco," jelas jurnalis asal Italia tersebut.

Usut punya usut, gelandang berpaspor Spanyol itu ternyata bisa jadi rekan duet legenda sepakbola Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto. Kok bisa?