In-depth

Mendy Ketar-ketir, 3 Tanda Kepa Arrizabalaga Telah Kunci Posisi Nomor 1 Chelsea di Era Graham Potter

Senin, 17 Oktober 2022 21:02 WIB
Editor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya
© REUTERS/Tony Obrien
Kepa Arrizabalaga (kanan) melakukan selebrasi bersama Jorginho setelah menyelamatkan tendangan penalty pada laga di Stamford Bridge, Minggu (06/02/22). FOTO: REUTERS/Tony Obrien Copyright: © REUTERS/Tony Obrien
Kepa Arrizabalaga (kanan) melakukan selebrasi bersama Jorginho setelah menyelamatkan tendangan penalty pada laga di Stamford Bridge, Minggu (06/02/22). FOTO: REUTERS/Tony Obrien
Kepa Mulai Bangkit

1. Statistik Lebih Baik dari Mendy

Tanda-tanda bahwa Kepa mengunci posisi nomor 1 Chelsea sejatinya sudah terlihat sejak musim lalu, saat The Blues masih ditukangi Thomas Tuchel.

Kepa yang berstatus pelapis, mampu tampil apik dan konsisten di saat Edouard Mendy dengan mengalami kemerosotan soal performa.

Dalam satu tahun terakhir, persentase penyelamatan Kepa berada di ata rata-rata dengan 78,9 persen di segala ajang, di banding Mendy dengan persentase sebesar 65,1 persen saja.

Di Liga Inggris musim ini, Kepa yang baru tampil 3 kali punya penyelamatan sebesar 91,7 persen dari 12 tembakan ke gawang, unggul atas Mendy yang tampil 6 kali dan punya penyelamatan sebesar 66,7 persen dari 27 tembakan ke gawang.

Catatan sebagai kiper ini membuktikan Kepa mulai bangkit dari keterpurukan, di mana dirinya kerap dicap sebagai kiper yang tak andal dalam melakukan penyelamatan.

2. Konsistensi

Terlalu dini menyebut Kepa telah tampil konsisten bersama Chelsea sebagai penjaga gawang utama musim ini. Tapi setidaknya, ia membuktikan dirinya jauh lebih konsisten ketimbang Mendy.

Dalam tujuh laga yang dimainkan bersama Chelsea musim ini, Kepa baru kebobolan tiga gol saja dari 5,5 Post-Shot Expected Goals (PSxG) atau catatan tembakan yang dihadapi dari kiper.

Dengan kata lain, Kepa Overperformed dengan catatannya sebesar 2 sampai 3 PSxG alias dirinya mampu membendung dua hingga tiga gol ke gawangnya.

Sedangkan Mendy telah kebobolan 9 gol dari enam laga yang dimainkan. 9 gol ini didapat hanya dari 7,1 Post-Shot Expected Goals (PSxG).

Dari catatan itu, terlihat Mendy Underperformed dan kehilangan konsistensi, karena dari 7,1 PSxG itu harusnya ia kebobolan sekitar 7 gol, bukan 9 gol seperti yang ia dapatkan.