In-depth

3 Alasan Shin Tae-yong Rombak Skuat Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2022

Senin, 28 November 2022 19:40 WIB
Editor: Deodatus Kresna Murti Bayu Aji
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Jordi Amat dan Sandy Walsh di Kemenkumham untuk rampungkan proses naturalisasi menjadi WNI, Kamis (17/12/22). Copyright: © Herry Ibrahim/INDOSPORT
Jordi Amat dan Sandy Walsh di Kemenkumham untuk rampungkan proses naturalisasi menjadi WNI, Kamis (17/12/22).
Adanya Sejumlah Wajah Baru Termasuk Pemain Naturalisasi

Selain menurunnya performa pemain lawas, Shin Tae-yong juga terpikat dengan beberapa wajah baru, termasuk dua pemain naturalisasi, Sandy Walsh dan Jordi Amat.

Sandy Walsh memiliki pengalaman bermain di Eropa yakni kasta tertinggi Liga Belgia. Ia selalu menjadi starter di klub bernama KV Mechelen.

Kemudian Jordi Amat memiliki pengalaman pernah bermain di Liga Inggris hingga Liga Spanyol. Saat ini ia juga tercatat sebagai pemain asing raksasa Liga Super Malaysia, JDT.

Selain itu, Hansamu Yama akhirnya mendapat panggilan dari Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia. Pemanggilan ini tak lain karena performa apiknya bersama Persija Jakarta.

Hansamu Yama Pranayta selalu menjadi pilihan utama Thomas Doll dan membuat Persija menjadi tim dengan kebobolan paling minim di kompetisi Liga 1 2022-2023.

Agar Tidak Mudah Dibaca oleh Pelatih Tim Lawan

Alasan terakhir mengapa Shin Tae-yong melakukan perombakan besar di skuat Timnas Indonesia yakni agar formasinya tidak mudah dibaca oleh calon lawan di Piala AFF 2022.

Seperti contoh Evan Dimas yang selalu menjadi jadangan saat Timnas Indonesia bersua Vietnam dan Singapira di semifinal Piala AFF tahun lalu.

Shin Tae-yong menganggap kalau haya permainan Evan Dimas sudah bisa dibaca oleh tim lawan karena sudah membela Timnas Indonesia sejak edisi 2014 lalu.