In-depth

Bedah Kualitas Piero Hincapie, Bek Ekuador di Piala Dunia 2022 yang Selangkah Lagi Gabung Chelsea

Kamis, 1 Desember 2022 16:04 WIB
Editor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya
© REUTERS/Stephane Mahe
Bek Ekuador, Piero Hincapie (kanan), saat laga Piala Dunia 2022 kontra Senegal (29/11/22). (Foto: REUTERS/Stephane Mahe) Copyright: © REUTERS/Stephane Mahe
Bek Ekuador, Piero Hincapie (kanan), saat laga Piala Dunia 2022 kontra Senegal (29/11/22). (Foto: REUTERS/Stephane Mahe)
Piero Hincapie: Si Bek Agresif Mirip Rudiger

Piero Hincapie sendiri merupakan bek tengah yang bisa beroperasi dalam formasi tiga bek maupun empat bek di klub dan tim nasional.

Dalam formasi tiga bek, Hincapie biasa bermain sebagai bek tengah kiri. Hal ini terlihat dari penampilannya bersama Bayer Leverkusen.

Lalu Hincapie juga bisa dimainkan sebagai bek tengah dalam formasi empat bek tengah yang ditunjukkannya selama bermain bersama Ekuador.

Melihat posisi yang dimainkannya, Hincapie pun bisa menempati lini belakang Chelsea dalam format tiga bek ataupun empat bek dengan mengisi pos Kalidou Koulibaly ataupun Thiago Silva.

Sebagai bek tengah, Hincapie punya kualitas yang terbilang mumpuni. Dilansir dari FBRef, ia tergolong bek agresif yang tak segan berduel, mirip dengan Antonio Rudiger.

Hincapie punya rataan 2,04 tekel per 90 menit, 1,45 intersep per 90 menit, dan blok dengan catatan 1,64 kali per 90 menit.

Kemiripannya dengan Rudiger juga terlihat dalam kemampuan terlibat dalam permainan. Tercatat, Hincapie aktif dalam Build Up permainan dengan dribel sukses sebanyak 0,59 kali per 90 menit.

Selain itu, Hincapie juga aktif melepaskan operan progresif atau operan ke area depan sebanyak 2,75 operan per 90 menit dan aktif dalam melepaskan operan dengan rataan 64,13 kali per 90 menit.

Karena keaktifannya membantu serangan dan permainan, Hincapie punya catatan 0,99 Shot-Creating Actions (SCA) atau tindakan berbuah tembakan ke gawang per 90 menit.

Bisa dikatakan, Hincapie bukanlah menjadi penerus Thiago Silva ataupun Koulibaly, merupakan menjadi penerus Rudiger yang hilang dari Chelsea pada musim panas 2022 kemarin.