In-depth

Profil Jan Olde Riekerink, Bekas Bos Galatasaray dan Ajax yang Bakal Tukangi Dewa United di Liga 1

Minggu, 1 Januari 2023 21:05 WIB
Editor: Izzuddin Faruqi Adi Pratama
© Dewa United
Skuat Dewa United pada laga Dewa United vs Persebaya Surabaya di Stadion Manahan, Surakarta, Sabtu (24/12/22). (Foto: Dewa United) Copyright: © Dewa United
Skuat Dewa United pada laga Dewa United vs Persebaya Surabaya di Stadion Manahan, Surakarta, Sabtu (24/12/22). (Foto: Dewa United)
Cocok untuk Dewa United?

Lepas dari Galatasaray, praktis Jan Olde Riekerink belum lagi mendapatkan kesempatan menangani sebuah kesebelasan dengan nama beken.

Pria 59 tahun kelahiran Hengelo, Belanda, itu bahkan sempat kembali ke posisi di balik meja kala menjadi direktur olahraga untuk tim divisi tiga Turki, Iskenderunspor pada 2021 hingga 2022 lalu.

Kini status Riekerink masih menganggur dan rumor beredar jika Dewa United tengah mencoba menariknya kembali ke Asia.

Tren manajer dari Eropa memang sedang menjamur di Liga 1 dengan banyaknya klub mempekerjakan mereka yang mengantongi lisensi UEFA Pro.

Sebut saja Persib Bandung (Luis Milla), Persija Jakarta (Thomas Doll), Borneo FC (Andre Gaspar), PSM Makassar (Bernardo Tavares), hingga Madura United (Fabio Araujo).

Tentunya jika benar Riekerink akan datang ke Indonesia maka kualitas Liga 1 akan meningkat.

Semakin banyak manajer level top yang datang, maka akan semakin banyak transfer ilmu yang dilakukan ke depannya dari segi taktik, manajemen pemain, manajemen cedera, dan masih banyak lagi.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by LAPANGBOLA (@lapangbolacom)

Meski kini Dewa ada di zona merah, namun sebenarnya Karim Rossi dan kolega kualitasnya benar-benar buruk.

Dalam berbagai aspek, mereka masih patut dipuji dengan volume umpan sukses (5.480) dan akurasi operan (81%) yang sangat baik sepanjang Liga 1 2022/2023 putaran pertama seperti yang dikutip dari Lapangbola.

Mungkin kedatangan Jan Olde Riekerink bisa membenahi mereka lebih jauh dari Dewa United dapat mengakhiri musim tanpa terdegradasi berbekal pengalamannya di Eropa.