In-depth

Vincent Aboubakar dan 4 Pemain Lain yang Kariernya 'Dihancurkan' Kehadiran Cristiano Ronaldo

Senin, 9 Januari 2023 18:16 WIB
Editor: Izzuddin Faruqi Adi Pratama
© getty images
Cristiano Ronaldo dan Alvaro Morata  Copyright: © getty images
Cristiano Ronaldo dan Alvaro Morata
3. Alvaro Morata

Dibesarkan akademi Real Madrid, Alvaro Morata jelas mendambakan untuk bisa menjadi bintang besar bagi Los Blancos dan impian itu sempat memberi sinyal akan terwujud pada 2012/2013 usai ia dipromosikan sepenuhnya dari tim junior.

Hanya saja waktu itu lini depan Real Madrid sudah sangat penuh dengan pemain hebat. Selain Cristiano Ronaldo ada pula Karim Benzema, Gonzalo Higuain, Gareth Bale, Angel Di Maria, Ricardo Kaka, hingga Jose Callejon.

Alhasil Morata lebih sering dijadikan pemain rotasi yang membuatnya memilih untuk hengkang ke Juventus pada 2014. Memang penyerang rupawan Spanyol itu kembali pulang ke Real Madrid dua tahun berselang namun ia masih belum bisa keluar dari bayang-bayang Ronaldo sampai harus pergi lagi usai mudik semusim.

Semula diprediksi akan jadi 'nomor 9' terbaik dunia, karier Morata kemudian banyak mengalami pasang dan surut. Begitu juga di periode keduanya bareng Juventus (2020-2022) yang lagi-lagi harus membuatnya rela berbagi gol dengan Ronaldo yang menuju Turin dari Madrid sejak 2018.

Andai Morata tidak pernah harus menjadi rekan satu klub Ronaldo, mungkin saat ini baik statistiknya bisa jadi jauh lebih baik.

4. Gonzalo Higuain

Setali tiga uang dengan Alvaro Morata, Gonzalo Higuain pun menuai getah di balik berkah kesempatan menjadi rekan Cristiano Ronaldo juga untuk dua klub berbeda yakni Real Madrid dan Juventus.

Higuain tiba di Santiago Bernabeu tiga tahun sebelum Ronaldo namun reputasi yang ia bangun di sana dengan susah payah seolah hilang begitu saja pasca kedatangan sang kapten Portugal.

Pemain berjuluk El Pipita itu namun ogah menyerah dengan tidak pernah absen mengemas dua digit gol dalam empat tahunnya bermain bersama Ronaldo namun apresiasi dari publik tidak pernah dirasanya pantas. Higuain kemudian memilih hijrah ke Italia per 2013.

Di sana ia berkesempatan untuk menunjukkan jika dirinya bisa menjadi mesin gol tunggal tim besar saat membela Napoli (2013-2016). Akhirnya tawaran untuk bermain bersama tim yang lebih mapan, Juventus, pun datang.

32 gol dari 55 laga pun mampu Gonzalo Higuain sarangkan di musim debutnya namun manajemen I Bianconeri tetap memutuskan membeli Cristiano Ronaldo di 2017/2018. Semenjak itu El Pipita tidak pernah lagi punya level ketajaman yang sama.