INDOSPORT.COM - Waketum PSSI, Zainudin Amali mengatakan kericuhan antar suporter di laga PSIS Semarang vs PSS Sleman di Liga 1 2022-2023 pada Minggu (02/04/23) lalu di Stadion Jatidiri, Semarang sudah diurus oleh Komdis PSSI. Kemungkinan besar ada sanksi yang diberikan ke pihak terkait.
Kerusuhan terjadi antara suporter PSS Sleman di tribun timur dan suporter PSIS, Snex di Tribun Utara. Kerusuhan itu terjadi menjelang berakhirnya babak pertama.
Bermula dari saling adu yel-yel suporter, kedua kelompok mulai panas dengan saling lempar. Akibatnya, beberapa suporter mengalami luka-luka dan harus mendapat pertolongan medis.
"Iya itu (kerusuhan suporter) sedang di Komdis PSSI. Kita sudah minta untuk Komdis menanganinya," kata Waketum PSSI.
"Komdis masih yang sebelumnya, Pak Erwin Tobing, belum ganti. Bisa diganti kalau Kongres, jadi badan yudisial masih tetap, dia bisa berganti kalau kongres," imbuhnya.
Menurut Waketum PSSI, masalah kericuhan suporter memang bukan hal mudah untuk ditangani. Karena itu, pemerintah melalui Kemenpora beberapa waktu lalu telah memasukan suporter ke dalam Undang-undang No. 11 Tahun 2022 Tentang Keolahragaan.
Dalam undang-undang itu, ada pasal yang mengatur ada hak dan kewajiban suporter. Hal itu dibahas ketika Zainudin Amali masih menjabat sebagai Menpora.
"Memang begini, membenahi dari sisi ini bukan pekerjaan mudah. Dalam UU Keolahragaan itu ada pasal soal suporter, makanya mereka mulai mau diorganisir, yang tadinya enggak mau," ucap Zainudin Amali.
"Pelan-pelan lah. Saya kan setelah lahir undang-undang, sudah kami undang suporter fanatik itu pas di Jakarta. Saat itu juga berlangsung (diskusi) keras, mereka bilang ngapain sih pemerintah sibuk-sibuk urusan suporter," imbuhnya.
"Tapi Mudah-mudahan dan pelan-pelan karena pekerjaan banyak sekali, tapi ada skala prioritasnya," lanjut politisi asal Gorontalo itu.