In-depth

Arsenal Lengah saat Tottenham Pamer Kelas, Catatan Menarik dari Derby London Utara

Senin, 25 September 2023 12:25 WIB
Editor: Izzuddin Faruqi Adi Pratama
© Etsuo Hara/Getty Images
Ange Postecoglou, manajer Tottenham Hotspur Copyright: © Etsuo Hara/Getty Images
Ange Postecoglou, manajer Tottenham Hotspur
1. Tottenham Si Jago Comeback

Reputasi tim dengan mental mudah goyah melekat pada Tottenham Hotspur selama bertahun-tahun namun kini sepertinya mereka telah berubah.

Di tangan Ange Postecoglou, The Lilywhites jadi lebih tahan akan tekanan dalam posisi tertinggal. Opta mencatat jika hanya Liverpool (9) yang memenangkan poin saat kemasukan lebih dulu di Liga Inggris 2023/2024 ketimbang Tottengam (8).

Ini adalah modal yang sangat bagus bagi Son Heung-min dan kolega mengingat bersama manajer-manajer sebelumnya problem mentalitas selalu jadi penghalang utama untuk meraih sukses.

2. Odegaard Dimatikan

Martin Odegaard adalah nyawa permainan Arsenal dan salah satu alasan kenapa Meriam London tidak meledak sepenuhnya selama adalah karena buntunya pergerakan sang playmaker Norwegia.

Dihadapkan dengan James Maddison, Yves Bissoume, dan Pape Matar Sarr yang menghuni lini tengah Tottenham, ia mati kutu.

Terutama di babak pertama dimana Odegaard hanya diizinkan untuk melepas lima operan akurat saja dari 14 percobaan meski pada akhirnya usai peluit panjang jumlah key pass yang ia lepaskan mencapai tiga buah.

Lagi-lagi Odegaard gagal untuk membuktikan jika ia adalah bintang yang selalu bisa diandalkan dalam situasi big match.

3. Malam Sial Romero

Meski performa Tottenham layak untuk diacungi jempol namun bukan berarti mereka tanpa cacat di Emirates. Usai laga mereka harus memberikan evaluasi panjang pada performa Christian Romero.

Bek asal Argentina itu bertanggung jawab pada semua gol Arsenal. Di gol pertama usaha bloknya justru membelokkan tembakan Bukayo Saka ke gawangnya sendiri sementara untuk gol kedua dari titik penalti, ia jadi biang keroknya dengan melakukan handball dalam kotak terlarang.

Tak elak Romero pun jadi penampil terburuk tim tamu dengan ponten 5,9 oleh WhoScored.

4. Magis Big Ange

Tidak banyak yang memprediksi jika Tottenham Hotspur di bawah asuhan Ange Postecoglou akan melaju kencang alih-alih langsung menyamai progres Arsenal sebagai runner up Liga Inggris musim lalu.

Mereka seolah tidak pernah habis cara untuk mencetak gol dengan kini mengemas 15 gol atau tersubur ketiga di liga hingga pekan keenam. Big Ange pun menjadi manajer keempat Liga Inggris yang bisa menjaga timnya untuk bikin setidaknya dua gol per laga di enam laga pertama sepanjang sejarah kompetisi.