In-depth

Comeback Jose Mourinho 'Si Toxic' ke Real Madrid Artinya Cuan bagi Barcelona dan Liga Spanyol

Minggu, 22 Oktober 2023 07:46 WIB
Editor: Izzuddin Faruqi Adi Pratama
© INDOSPORT
Jose Mourinho di Real Madrid. Copyright: © INDOSPORT
Jose Mourinho di Real Madrid.
Semua Butuh Mourinho

Salah satu yang bisa mendongkrak lagi pamor Liga Spanyol dan El Clasico adalah kedatangan Jose Mourinho kembali melatih Los Blancos.

Di periode pertamanya di Santiago Bernabeu, Mourinho bertanggung jawab atas lahirnya level paling 'toxic' persaingan Real Madrid dan Barcelona.

Saat itu Barcelona yang masih dilatih oleh Pep Guardiola tengah berada di langit ketujuh. Sejak 2008/2009, mereka merajai segalanya dengan taktik tiki-taka andalan namun hegemoni tersebut goyah ketika The Special One tiba.

El Clasico perdananya memang berakhir dengan kekalahan telak 5-0 di Camp Nou pada pekan ke-13 musim 2010/2011 namun kemudian Mourinho menemukan cara untuk Real Madrid bisa dengan cepat mengejar Barcelona yang sudah lebih dulu padu berkat komposisi tim yang dipenuhi banyak jebolan akademi.

Mourinho mematri doktrin pada para pemainnya jika Barcelona adalah musuh yang harus mereka jegal apapun caranya. Jadilah setiap El Clasico selalu berlangsung keras dan tidak jarang belasan kartu melayang dari saku wasit tiap kali kedua tim bertemu.

Saking panasnya rivalitas mereka kala itu, para pemain Barcelona dan Real Madrid yang berasal dari Spanyol cemas kemistri mereka di timnas buyar.

Pada suatu saat, Iker Casillas selaku kapten dari El Real sampai berbicara pada Carles Puyol yang kala itu menjabat sebagai skipper El Barca soal situasi tersebut. Hasilnya efektif karena la Furia Roja bisa memenangi Piala Dunia 2010 dan juga EURO 2012.

Imbas yang keras juga diraskan oleh Guardiola. Persaingan tiada henti dengan Mourinho sampai membuatnya memutuskan untuk out dari Barcelona di 2012 dan berhenti melatih selama setahun.

Bukan sekali dua kali saja kedua manajer terpancing emosi di sideline dan kemudian beradu mulut. Salah satu momen puncaknya adalah ketika Mourinho sampai mencolok mata almarhum asisten Guardiola, Tito Villanova, di medio 2011 silam.

Maka dari itu wajar jika kemudian era tersebut kerap dikenang sebagai era paling toxic di El Clasico namun publik menjadi sangat terpikat karenanya.

Partai El Clasico jadi sesuatu yang paling dinanti kala itu. Mau itu di Liga Spanyol, Copa del Rey, maupun Liga Champions. Fans seakan mendapat jatah dopamin mereka saat melihat Sergio Ramos menekel keras Lionel Messi di lapangan.

Itulah kenapa Liga Spanyol butuh kembalinya Jose Mourinho. Dengan pulihnya rating partai Real Madrid vs Barcelona, maka mereka bisa mengeruk lebih banyak untung yang juga praktis bisa dirasakan kedua klub pula.