3 Masalah yang Harus Diperbaiki Oleh AC Milan Jelang Lawan PSG di Liga Champions
AC Milan mulai mengalami masalah dalam urusan penyelesaian akhir setiap kali bertemu melawan tim dengan level permainan sama kuatnya.
Hal itu bisa dilihat ketika mereka bertemu Inter Milan, Newcastle United, Borussia Dortmund, hingga terbaru Juventus.
Melawan Inter, Milan hanya bisa membuat 1 gol, lalu melawan Newcaslte United dan Dortmund, mereka malah bermain imbang 0-0, serta terbaru tunduk 0-1 dari Juventus.
Kekalahan melawan Juventus semakin disorot lantaran AC Milan tak banyak memberikan ancaman. Melihat dari statistik permainan, Rossoneri hanya bisa melepaskan 7 tembakan dan hanya 1 yang mengarah tepat sasaran.
Christian Pulisic, Rafael Leao dan Olivier Giroud yang diandalkan di sektor depan mulai melempem alih-alih membuat trisula maut baru Eropa.
Selain itu serangan mereka juga kurang tajam, dan pemain seperti Leao dan Giroud memiliki sedikit peluang. Masalah kurangnya gol dalam pertandingan-pertandingan besar tetap menjadi masalah utama skuad Pioli.
Cadangkan Rade Krunic
Rade Krunic masuk sebagai pemain pengganti saat AC Milan tumbang 0-1 dari Juventus. Ia tampil menggantikan Yacine Adli di menit ke-60 dengan maksud Pioli sektor tengah timnya tak kewalahan menghadapi agresifitas Juventus.
Sayangnya tenaga baru yang dimasukan itu tak memberikan dampak signifikan terhadap kekuatan lini tengah, dan permainan secara tim.
Menariknya keputusan Pioli memasukan Rade Krunic menimbulkan pertanyaan apakah dia cukup fit untuk bermain di laga itu, mengingat sebelumnya ia absen karena cedera.
Permainan Pas-pasan di Lini Tengah
Kehilangan Ruben Loftus-Cheek di lini tengah karena cedera nampaknya sangat berpengaruh terhadap permainan tim. Yacine Adli yang diproyeksi jadi penggantinya, tampil kurang mengesankan untuk bertandem dengan Tijjani Reijnders.
Yacine Adli dan Tijjani Reijnders tampil biasa-biasa saja. saat kalah dari Juventus. Tak ada manuver atau terobosan yang bisa memecah kebuntuan tim saat deadclock.
Meskipun mereka tidak membuat kesalahan fatal, pengaruh mereka terbatas dan nyaris tak terasa dalam permainan tim.
Stefano Pioli jelas harus lebih bijak untuk memilih pemain di lini tengah, menginat PSG punya banyak pemain bintang untuk menguasai sektor ini.