In-depth

3 Pemain Filipina yang Jadi Ancaman Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Rabu, 8 November 2023 18:05 WIB
Penulis: Ade Gusti | Editor: Indra Citra Sena
© Grafis: Yanto/INDOSPORT
Neil Etheridge. Copyright: © Grafis: Yanto/INDOSPORT
Neil Etheridge.
1. Neil Etheridge

Neil Etheridge merupakan kiper senior Timnas Filipina yang dulu pernah mentas di Liga Inggris bersama Cardiff City.

Namun kini, kiper berusia 33 tahun itu membela Birmingham City yang bersaing di kasta kedua atau Divisi Championships 2023/24.

Meski turun kasta, namun kiper rival Elkan Baggott yang bermain untuk Ipswich Town tersebut tak pernah absen membela The Azkals.

Bahkan, pemain yang juga berperan sebagai kapten ini juga ikut membantu tim dalam laga persahabatan melawan Chinese Taipei pada bulan Juni dan September serta melawan Afghanistan.

Belum lama ini, Neil Etheridge menebar psywar bahwa Filipina akan menciptakan mimpi buruk untuk Timnas Indonesia dan Vietnam saat bentrok di Kualifikasi Piala Dunia 2026.

“Saya percaya bahwa saya memiliki kemampuan untuk menginspirasi dan menciptakan kegembiraan bagi seluruh tim ketika menerima pemain Vietnam,” ucap Neil Etheridge.

“Lawan yang tidak asing lagi bagi saya di turnamen internasional. Dengan pengaruh saya dan rekan tim yang kaya dengan pengalaman.”

2. Daisuke Sato

Daisuke Sato akan menjadi pemain belakang yang siap meredam serangan para pemain depan Timnas Indonesia di pertandingan nanti.

Ketangguhan Daisuke Sato menjaga benteng pertahanan tim dibuktikan selama dirinya membela Persib Bandung pada kompetisi Liga 1 2023/24.

Daisuke Sato bahkan sudah menyatakan ‘perang’ kepada  sahabat sekaligus rekan satu timnya, Marc Klok yang juga membela Timnas Indonesia.

Kesiapan Daisuke Sato untuk menekel gelandang naturalisasi Belanda itu tak lepas dari faktor patriotism mengingat dia harus berjuang demi nama Filipina.

"Kemarin saat melawan Palestina, saya bertanding dengan Mohammed Rashid," ungkap Marc Klok saat ditemui di Stadion GBLA pada Senin (6/11/23).

"Tentu saat bertanding akan sangat berbeda, karena kondisinya kami setiap hari berlatih bersama. Dan saat ada momentum datang, kami harus bertanding sebagai lawan selama 90 menit, Tapi setelah itu, kami berteman lagi," pungkas Daisuke Sato.