INDOSPORT.COM - Manchester United mendapat suntikan finansial besar setelah memastikan kembali ke Liga Champions musim depan. Klub tersebut diperkirakan bisa meraih pendapatan sekitar £100 juta (sekitar Rp2,35 triliun) dari partisipasi di kompetisi elite Eropa itu.
Kepastian itu datang setelah MU mengalahkan Liverpool 3-2 di Old Trafford pada akhir pekan lalu. Kemenangan tersebut membuat mereka mengamankan tiket Liga Champions dengan tiga pertandingan Premier League masih tersisa.
Keberhasilan ini tidak bisa dilepaskan dari dampak Michael Carrick. Sejak mengambil alih sebagai pelatih interim pada Januari, Carrick membawa MU menang 10 kali dari 14 pertandingan.
Performa itu mengubah arah musim MU secara drastis. Dari tim yang sempat tidak stabil, mereka naik ke posisi ketiga Premier League dan kembali masuk jalur kompetisi Eropa.
Secara bisnis, Liga Champions memiliki arti sangat besar bagi MU. Pendapatan bisa datang dari hadiah UEFA, hak siar, penjualan tiket pertandingan kandang, merchandise, serta bonus komersial dari sponsor.
MU juga akan mendapat tambahan sekitar £10 juta dari Adidas. Bonus itu terkait klausul kerja sama dengan pemasok perlengkapan mereka setelah klub kembali lolos ke Liga Champions.
Namun, keberhasilan ini juga membawa konsekuensi biaya. The Guardian melaporkan sebagian besar pemain MU akan mendapat kenaikan gaji 25 persen karena klausul bonus Liga Champions dalam kontrak mereka.
Meski begitu, tambahan pendapatan tetap menjadi kabar penting bagi posisi keuangan klub. United sebelumnya menjalani satu musim tanpa sepak bola Eropa, sehingga kembalinya mereka ke Liga Champions menjadi pemulihan penting.
Pada Februari 2026, MU mengumumkan laba operasional £32,6 juta untuk enam bulan pertama tahun fiskal 2026. Angka itu berbanding jauh dengan rugi operasional £3,9 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
CEO Manchester United, Omar Berrada, menyebut hasil itu sebagai tanda transformasi di luar lapangan mulai memberi dampak. Ia mengatakan perubahan tersebut terlihat pada pengendalian biaya dan peningkatan profitabilitas klub.
Berrada juga menegaskan MU tetap memakai pendekatan “football first”. Artinya, klub ingin tetap berinvestasi pada tim utama pria dan wanita sambil memperbaiki struktur bisnis.
Meski kondisi operasional membaik, beban keuangan MU tetap besar. Laporan pada Februari menyebut utang klub sudah mendekati £1,3 miliar, jauh meningkat dibanding saat keluarga Glazer mengambil alih klub.
Kondisi ini membuat pemasukan dari Liga Champions menjadi semakin penting. United membutuhkan arus pendapatan besar dan berulang untuk menjaga daya saing di lapangan sekaligus menopang rencana jangka panjang.
Salah satu proyek terbesar MU adalah rencana pembangunan stadion baru berkapasitas 100.000 penonton. Proyek pengganti Old Trafford itu diperkirakan membutuhkan biaya sekitar £2 miliar.
Klub juga masih berdiskusi dengan calon investor untuk membantu membiayai proyek tersebut. Jika stadion baru benar-benar dibangun, level utang United berpotensi naik lebih tinggi.
Sebelum proyek berjalan, MU harus menyelesaikan masalah lahan di sekitar Old Trafford. Salah satu titik penting adalah area rail yard milik Freightliner yang masih perlu disepakati dalam proses pengembangan kawasan stadion.
Karena itu, kembali rutin tampil di Liga Champions menjadi kebutuhan strategis, bukan sekadar target olahraga. Kompetisi ini memberi pendapatan besar, memperkuat daya tarik sponsor, dan membantu klub mempertahankan pemain penting.
Dari sisi sepak bola, Carrick telah memberi MU momentum yang lama hilang. Reuters melaporkan Casemiro bahkan mendukung Carrick untuk menjadi pelatih permanen setelah perubahan positif yang ia bawa sejak Januari.
Kemenangan atas Liverpool menjadi simbol perubahan tersebut. Selain mengamankan tiket Liga Champions, hasil itu memperkuat keyakinan bahwa MU mulai kembali ke jalur kompetitif.
Namun, pekerjaan MU belum selesai. Kembalinya mereka ke Liga Champions harus diikuti dengan konsistensi, karena pemasukan besar hanya benar-benar bernilai jika klub mampu menjaga level performa setiap musim.
Untuk saat ini, dampak Carrick terasa di dua sisi sekaligus. Ia bukan hanya mengangkat performa tim di lapangan, tetapi juga membantu membuka kembali pintu pendapatan besar yang sangat dibutuhkan Manchester United.