INDOSPORT.COM - Rumor kursi pelatih Manchester United memasuki babak baru setelah nama Andoni Iraola muncul sebagai kandidat kuat pengganti permanen di Old Trafford. Pelatih asal Spanyol itu disebut masuk radar utama manajemen setelah keberhasilannya membawa Bournemouth tampil mengejutkan di Premier League musim ini.
Meski Michael Carrick sukses membawa United mengamankan tiket Liga Champions usai kemenangan 3-2 atas Liverpool, masa depannya sebagai pelatih utama masih belum sepenuhnya aman. Manajemen klub disebut belum mengambil keputusan final terkait siapa sosok yang akan memimpin tim musim depan.
Laporan The Telegraph menyebut Iraola kini menjadi salah satu nama paling serius dalam bursa calon manajer baru Manchester United. Situasi itu menguat setelah pelatih berusia 43 tahun tersebut memastikan akan meninggalkan Bournemouth pada akhir musim.
Awalnya, Iraola diperkirakan kembali ke klub lamanya, Athletic Club. Namun peluang itu tertutup setelah klub asal Basque tersebut resmi menunjuk mantan pelatih Borussia Dortmund, Edin Terzic, untuk mengambil alih kursi pelatih musim depan.
Kondisi itu membuat Manchester United harus bersaing dengan sejumlah klub lain yang juga memantau situasi Iraola, termasuk Chelsea.
Musim ini Bournemouth menjadi salah satu tim paling menarik di Liga Inggris. Mereka sempat bersaing di papan atas dan kini masih menjaga peluang tampil di kompetisi Eropa.
Di bawah Iraola, Bournemouth dikenal bermain agresif dengan tekanan tinggi, tempo cepat, dan transisi menyerang yang intens. Pendekatan itu membuat banyak pengamat menilai gaya bermainnya cocok dengan identitas sepak bola menyerang yang selama ini diinginkan publik Old Trafford.
Pelatih asal Basque itu juga mendapat pujian karena mampu memaksimalkan pemain yang sebelumnya kurang menonjol. Antoine Semenyo, Alex Scott, hingga Evanilson berkembang pesat dalam sistem permainan Iraola.
Tak heran jika petinggi United dikabarkan tertarik membawa pendekatan serupa ke Old Trafford, terutama setelah performa tim dianggap belum stabil dalam beberapa musim terakhir.
Salah satu ciri khas utama Iraola adalah pressing agresif sejak lini depan. Tim asuhannya dikenal aktif merebut bola secepat mungkin setelah kehilangan penguasaan.
Pendekatan itu berbeda dengan gaya pragmatis yang beberapa kali diterapkan United dalam beberapa musim terakhir. Iraola lebih menyukai formasi 4-2-3-1 dengan permainan vertikal cepat dan mobilitas tinggi di sektor depan.
Jika benar menangani Manchester United, sejumlah pemain dinilai bakal cocok dengan sistem tersebut. Bruno Fernandes diprediksi kembali memainkan peran natural sebagai gelandang serang, sementara pemain cepat seperti Amad Diallo dan Bryan Mbeumo dianggap ideal untuk skema pressing dan serangan transisi.
Matheus Cunha juga diyakini bisa menjadi ujung tombak agresif berkat kemampuan menekan lawan sejak area pertahanan lawan.
Meski Iraola menjadi kandidat kuat, Michael Carrick belum sepenuhnya tersingkir dari persaingan. Mantan gelandang United itu mendapat dukungan dari sejumlah pemain setelah membawa klub kembali ke Liga Champions.
Sejak ditunjuk sebagai pelatih interim pada Januari lalu, Carrick mencatatkan 10 kemenangan dari 14 pertandingan liga. Catatan tersebut membuat sebagian pendukung berharap ia diberi kesempatan melanjutkan proyeknya.
Namun manajemen United disebut masih berhati-hati untuk tidak mengulangi situasi seperti saat menunjuk Ole Gunnar Solskjaer secara permanen setelah periode interim yang impresif.
Manchester United berada dalam posisi sulit. Di satu sisi Carrick berhasil memenuhi target Liga Champions, tetapi di sisi lain Iraola menawarkan proyek jangka panjang dengan identitas permainan yang lebih jelas.
Dengan musim yang segera berakhir, keputusan besar kini berada di tangan manajemen Setan Merah: mempertahankan Carrick atau memulai era baru bersama Andoni Ira