INDOSPORT.COM - Kasus rasisme kembali mencoreng sepak bola Inggris. Seorang suporter Everton berusia 71 tahun ditangkap polisi setelah diduga melakukan pelecehan rasial terhadap penyerang Manchester City, Antoine Semenyo, dalam laga Premier League Liga Inggris yang berlangsung di Hill Dickinson Stadium, Senin malam waktu setempat.
Insiden tersebut terjadi saat Everton bermain imbang melawan Manchester City dalam pertandingan yang berlangsung ketat.
Pihak Everton mengonfirmasi bahwa pria tersebut diamankan atas dugaan pelanggaran ketertiban umum bermotif rasial setelah laporan dari sesama suporter dan petugas keamanan stadion.
Dalam pernyataan resminya, Everton menegaskan bahwa segala bentuk diskriminasi tidak memiliki tempat di dunia sepak bola maupun masyarakat.
“Rasisme dan diskriminasi dalam bentuk apa pun sama sekali tidak dapat diterima. Hal itu tidak memiliki tempat di stadion kami, di olahraga kami, maupun di masyarakat, dan perilaku seperti ini tidak akan ditoleransi,” tulis Everton yang juga dilansir dari DailyMail, Kamis (07/05/2026) .
Klub juga memuji respons cepat dari steward, suporter lain, dan Kepolisian Merseyside yang membantu mengidentifikasi pelaku.
Pria tersebut kini telah dibebaskan dengan jaminan, namun dikenai larangan mendekati stadion olahraga dalam radius satu mil mulai empat jam sebelum kickoff hingga empat jam setelah pertandingan berakhir.
Dalam perkembangan terpisah, Manchester City mengungkap bahwa bek mereka, Marc Guehi, juga menjadi sasaran pelecehan rasial di media sosial usai pertandingan tersebut.
Klub juara Inggris itu menyatakan dukungan penuh kepada Semenyo dan Guehi serta mengecam keras tindakan diskriminatif.
“Kami menyambut baik tindakan cepat yang dilakukan Everton dan pihak kepolisian untuk mengidentifikasi individu yang bertanggung jawab.”
“Kami akan terus memberikan dukungan penuh kepada Antoine dan Marc serta tidak akan pernah menerima segala bentuk diskriminasi dalam permainan kami.”
Kasus ini menambah daftar panjang pelecehan rasial yang dialami Semenyo sepanjang musim 2025/26. Hanya beberapa hari sebelumnya, pemain internasional Ghana itu sempat membagikan ulang pesan bernada diskriminatif yang diterimanya melalui Instagram dengan tulisan, “It's started again.”
Pada laga pembuka musim saat masih menghadapi Liverpool bersama AFC Bournemouth, Semenyo juga melaporkan dugaan tindakan rasis dari seorang penonton.
Kasus tersebut menyeret seorang pria bernama Mark Mogan, 47 tahun, yang didakwa melakukan pelanggaran ketertiban umum bermotif rasial oleh Kepolisian Merseyside. Ia membantah tuduhan tersebut dan proses persidangan dijadwalkan berlangsung tahun ini.
Fenomena pelecehan rasial terhadap pemain sepak bola masih menjadi masalah serius di kompetisi Inggris. Sepanjang musim ini, beberapa pemain lain juga mengalami kasus serupa, termasuk bek Chelsea, Wesley Fofana, serta pemain Sunderland, Lutsharel Geertruida.
Premier League bersama klub-klub peserta terus mengkampanyekan gerakan anti-rasisme dan mendorong pelaporan cepat terhadap segala bentuk diskriminasi, baik di stadion maupun di media sosial.