INDOSPORT.COM - Presiden Real Madrid, Florentino Perez, menolak membahas masa depan kursi pelatih. Ia memilih fokus pada isu struktural klub.
Sikap itu muncul saat spekulasi pergantian pelatih terus berkembang. Nama Jose Mourinho disebut favorit menggantikan Alvaro Arbeloa.
Mengutip dari Football Espana, namun Perez enggan memberi petunjuk apa pun. Ia menolak menjawab pertanyaan soal suksesor Arbeloa.
“Kami tidak sedang membahas pelatih atau pemain hari ini,” kata Perez. Ia menegaskan fokus utamanya adalah masa depan kepemilikan klub.
Perez menyebut ada ancaman terhadap model kepemilikan berbasis anggota. Ia merasa wajib melindungi sistem tersebut.
Menurutnya, isu olahraga bukan prioritas dalam konferensi itu. Ia menilai ada persoalan yang lebih mendesak.
Perez juga menolak anggapan dirinya terlalu dominan mengatur aspek teknis. Ia membantah ikut menentukan susunan pemain.
“Saya tidak mengurus urusan teknis. Para pemain adalah bintang utama klub ini,” ujarnya.
Meski demikian, publik Madrid kerap menilai Perez terlalu berpengaruh. Banyak keputusan besar klub selalu dikaitkan dengannya.
Perez mengaku hanya muncul saat klub perlu dibela. Ia menilai sekarang adalah momen seperti itu.
Ia juga menyinggung dossier setebal 500 halaman untuk UEFA. Dokumen itu disebut berisi dugaan ketidakadilan wasit terhadap Madrid.
Perez menilai klub sering dirugikan secara sistematis. Ia bahkan menyinggung dugaan bias terkait kasus Negreira dan Barcelona.
Meski musim ini tanpa trofi besar, Perez menolak disebut gagal. Ia justru menyebut era kepemimpinannya sebagai yang paling gemilang.
“Saya terpilih sebagai presiden terbaik dalam sejarah klub. Saya bahkan malu mengatakannya,” ucapnya.
Pernyataan itu memicu reaksi beragam di Spanyol. Banyak pihak menilai Perez terlalu percaya diri.
Kini perhatian tertuju pada laga kandang berikutnya di Bernabeu. Respons suporter akan menjadi ujian nyata bagi posisinya.