INDOSPORT.COM - Neymar kembali menjadi sorotan besar menjelang pengumuman skuad Timnas Brasil untuk Piala Dunia 2026. Bukan hanya karena peluangnya masuk tim, tetapi juga karena insiden aneh saat Santos kalah 0-3 dari Coritiba.
Dalam laga Serie A Brasil itu, Neymar secara keliru ditarik keluar pada menit ke-65. AP melaporkan kesalahan terjadi setelah ofisial keempat menampilkan nomor 10 milik Neymar di papan pergantian pemain.
Padahal, menurut Santos, pemain yang seharusnya diganti adalah Gonzalo Escobar. Klub kemudian menegaskan bahwa kesalahan tersebut terlihat jelas dari siaran televisi dan catatan pergantian pemain yang digunakan ofisial.
Neymar marah karena merasa pergantian itu bukan keputusan timnya. Ia sempat menolak keluar lapangan, memprotes ofisial, lalu menerima kartu kuning akibat reaksinya tersebut.
Kemarahan Neymar tidak berhenti di situ. Ia mengambil kertas pergantian pemain dan menunjukkannya ke kamera televisi untuk membuktikan bahwa nama Escobar yang tertulis, bukan namanya.
Santos kemudian menyebut kesalahan itu sebagai hal yang sulit dijelaskan. Dalam pernyataan di X, klub mengatakan ofisial keempat keliru melakukan pergantian dan kesalahan tersebut tidak diperbaiki.
Bagi Neymar, momen itu datang pada waktu yang sangat buruk. Pertandingan melawan Coritiba menjadi kesempatan terakhirnya menunjukkan kondisi sebelum Carlo Ancelotti mengumumkan skuad awal Brasil.
Neymar belum memperkuat timnas Brasil sejak Oktober 2023. Ia absen panjang karena cedera lutut serius dan beberapa gangguan otot yang membuat proses kembalinya tidak pernah benar-benar mulus.
Sejak kembali bermain untuk Santos, Neymar mencoba membangun ulang kebugarannya. Ia mengoleksi enam gol dan empat assist bersama Santos setelah pulih dari cedera.
Namun, angka itu belum sepenuhnya menghapus keraguan publik. Neymar tetap harus meyakinkan Ancelotti bahwa tubuhnya secara fisik siap menjalani turnamen sepanjang Piala Dunia.
Neymar adalah pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Brasil dengan 79 gol. Catatan itu membuat posisinya secara historis sangat besar, bahkan melampaui legenda seperti Pele.
Namun, Ancelotti berkali-kali menegaskan keputusan tidak akan dibuat berdasarkan nama besar. Ia menyebut pemilihan Neymar harus dilihat dari kebugaran, performa, dan kebutuhan taktik Brasil.
“Ketika harus memilih, Anda harus mempertimbangkan banyak hal,” kata Ancelotti kepada Reuters. Ia mengakui Neymar penting bagi Brasil, tetapi situasinya tetap perlu ditimbang dengan hati-hati.
Menurut Ancelotti, Neymar sudah menunjukkan perkembangan dalam beberapa pertandingan terakhir. Ia menilai sang penyerang mulai bermain lebih rutin dan kondisi fisiknya meningkat cukup banyak.
Meski begitu, Ancelotti tetap menyebut keputusan itu tidak mudah. Brasil membutuhkan penyerang yang bisa berlari, menekan, dan membantu bertahan dalam intensitas tinggi.
Skema itu menjadi tantangan besar bagi Neymar. Ia masih punya kreativitas luar biasa, tetapi pertanyaan utamanya adalah apakah fisiknya bisa mengikuti kebutuhan modern Brasil.
Ancelotti juga menegaskan tidak ada tekanan dari pihak mana pun untuk memanggil Neymar. Ia menyebut keputusan akhir sepenuhnya profesional dan hanya akan berdasarkan performa sebagai pesepak bola.
“Saya punya otonomi penuh,” ujar Ancelotti. Ia menyatakan hanya akan mempertimbangkan bagaimana Neymar tampil sebagai pemain, bukan faktor lain di luar lapangan.
Di sisi lain, Neymar merasa sudah melakukan semua yang bisa ia lakukan. Setelah laga kontroversial melawan Coritiba, ia menegaskan kondisi fisiknya sudah sangat baik.
“Secara fisik, saya merasa baik. Saya terus membaik dalam setiap pertandingan,” kata Neymar, seperti dikutip Reuters.
Neymar juga mengaku harus menghadapi banyak kritik yang menurutnya tidak masuk akal. Ia mengatakan proses pemulihan dari cedera berat tidak mudah dan sering dijalani dalam tekanan besar.
“Saya sudah melakukan yang terbaik. Itu tidak mudah, saya akui tidak mudah,” ujar Neymar. Ia menyebut banyak komentar tentang kondisi dan usahanya terasa menyakitkan.
Neymar mengatakan ia bekerja keras secara diam-diam di rumah. Ia merasa menderita karena pembicaraan publik, tetapi tetap berusaha sampai merasa berada di titik yang diinginkan.
“Saya berhasil sampai ke tempat yang saya inginkan dalam kondisi utuh,” kata Neymar. Ia menambahkan bahwa apa pun keputusan Ancelotti, pelatih Brasil pasti akan memilih 26 pemain terbaik.
Peluang Neymar tetap terbuka, tetapi belum aman. Ancelotti diperkirakan mengumumkan daftar sementara Brasil pada Senin (18/05), sebelum memangkasnya menjadi skuad final berisi 26 pemain pada 1 Juni 2026.
Menurut laporan Fox Sports, Neymar sudah masuk daftar sementara 55 pemain Brasil. Namun, masuk daftar awal tidak otomatis menjamin tempat dalam skuad final Piala Dunia 2026.
Brasil akan tampil di Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen berlangsung pada 11 Juni sampai 19 Juli, dengan tekanan besar kepada Selecao untuk mengejar gelar dunia keenam.
Jika Neymar dipanggil, ia kemungkinan tidak lagi menjadi pusat tunggal permainan seperti beberapa tahun lalu. Brasil kini memiliki banyak penyerang muda yang bisa memberi intensitas, kecepatan, dan tekanan tanpa bola.
Namun, Neymar masih punya kualitas yang sulit digantikan. Dalam pertandingan ketat, ia bisa membuka ruang, menciptakan peluang dari situasi sempit, dan memberi pengalaman besar kepada ruang ganti.
Itulah dilema terbesar Ancelotti. Secara bakat, Neymar tetap istimewa, tetapi Piala Dunia menuntut tubuh yang siap menghadapi tempo, perjalanan, dan tekanan beruntun.
Rekan setim dan banyak pendukung masih ingin melihat Neymar kembali bersama Selecao. Namun, sebagian publik juga khawatir romantisme terhadap nama besar justru mengurangi keseimbangan skuad.
Ancelotti mengakui kecintaan publik dan pemain kepada Neymar juga menjadi faktor suasana. Namun, ia tetap menegaskan pemilihan skuad harus dikendalikan oleh kebutuhan profesional tim.
Insiden salah substitusi melawan Coritiba membuat situasi Neymar semakin dramatis. Ia marah karena merasa dirugikan oleh kesalahan ofisial, tetapi reaksi emosional itu juga muncul tepat sebelum keputusan besar timnas.
Pada akhirnya, masa depan Neymar di Piala Dunia 2026 berada di tangan Ancelotti. Sang pelatih harus memilih antara magis lama yang belum sepenuhnya padam dan kebutuhan tim modern yang menuntut fisik tanpa kompromi.