Bursa Transfer

Salah dan Robertson Pergi, Liverpool Berencana Borong Pemain Baru

Senin, 18 Mei 2026 15:08 WIB
Editor: Redaksi
© Reuters/Jason Cairnduff
Andrew Robertson dan Joe Gomez pasca laga Man City vs Liverpool di Piala Liga Inggris (23/12/22). (Foto: Reuters/Jason Cairnduff) Copyright: © Reuters/Jason Cairnduff
Andrew Robertson dan Joe Gomez pasca laga Man City vs Liverpool di Piala Liga Inggris (23/12/22). (Foto: Reuters/Jason Cairnduff)

INDOSPORT.COM - Liverpool akan menghadapi bursa transfer penting yang sangat vital setelah musim ini tampil mengecewakan. The Reds sudah mengamankan transfer Jeremy Jacquet dari Rennes, tetapi masih punya sejumlah perbaikan di beberapa posisi penting.

Jacquet akan bergabung dengan Liverpool pada musim panas 2026 setelah kesepakatan dengan Rennes tercapai. BeIN Sports melaporkan Liverpool membayar sekitar 60 juta Poundsterling atau 69,5 juta Euro untuk bek tengah berusia 20 tahun tersebut.

Kedatangan Jacquet menjadi respons atas rapuhnya lini belakang Liverpool musim ini. BeIN Sports mencatat The Reds mengalami masalah pertahanan, sementara Ibrahima Konate dan Virgil van Dijk juga belum tampil dalam level terbaik mereka.

Liverpool memang sudah belanja besar pada musim panas sebelumnya, tetapi skuad mereka masih menyisakan banyak lubang. Beberapa area paling mendesak ada di lini belakang, bek sayap, dan posisi penyerang sayap kanan.

Situasi semakin rumit karena Mohamed Salah dan Andy Robertson disebut akan meninggalkan klub. Goal melaporkan Robertson akan pergi pada akhir musim 2025/26 setelah kontraknya habis, mengakhiri sembilan tahun kebersamaan dengan Liverpool.

Kepergian Robertson akan menutup salah satu bab penting era modern Liverpool. Bek kiri asal Skotlandia itu bergabung dari Hull City pada 2017 dan menjadi bagian besar dari masa kejayaan klub di bawah Jurgen Klopp.

Salah juga menjadi persoalan terbesar di lini depan. Beberapa laporan menyebut masa depannya di Anfield semakin mendekati akhir, meski ia sempat kembali tersedia setelah cedera hamstring pada fase akhir musim.

Reuters melaporkan Arne Slot menyatakan Salah cukup fit untuk tampil singkat melawan Aston Villa setelah cedera hamstring. Namun, konteks lebih luasnya tetap sama: Liverpool harus menyiapkan era setelah salah satu penyerang terbaik dalam sejarah klub.

Mengganti Salah bukan pekerjaan biasa. Ia bukan hanya pencetak gol utama, tetapi juga simbol produktivitas, ancaman dari sisi kanan, dan pemain yang mampu menentukan laga besar sendirian.

Karena itu, Liverpool tidak bisa berharap satu pemain muda langsung menutup lubang tersebut. Beban menggantikan Salah harus dibagi lewat beberapa rekrutan, terutama di area winger dan penyerang fleksibel.

Nama Rio Ngumoha memang menarik perhatian di level muda. Namun, terlalu berisiko jika Liverpool meminta seorang remaja langsung menjadi penerus pemain sebesar Salah dalam musim kompetitif penuh.

Salah satu skenario yang muncul adalah membidik dua talenta RB Leipzig, Antonio Nusa dan Yan Diomande. Keduanya dipandang sebagai pemain sayap muda dengan kecepatan, keberanian duel, dan ruang perkembangan yang masih besar.

Jika Liverpool ingin bergerak agresif, paket transfer keduanya bisa mendekati 150 juta Poundsterling atau sekitar 200 juta Dollar AS. Angka itu sangat besar, tetapi menggambarkan harga pasar untuk winger muda elite di era sekarang.

Namun, Nusa dan Diomande tetap bukan jawaban instan sepenuhnya. Pemain berusia awal 20-an masih membutuhkan adaptasi, terutama jika langsung masuk ke klub dengan tekanan sebesar Liverpool.

Karena itu, opsi yang lebih mapan seperti Bradley Barcola juga masuk akal. Pemain Paris Saint-Germain itu punya pengalaman di level tinggi dan bisa bermain melebar maupun lebih sentral.

Barcola akan memberi Liverpool solusi yang lebih siap pakai. Ia tidak hanya bisa membantu mengganti Salah, tetapi juga memberi kedalaman ketika Hugo Ekitike masih harus menepi sampai musim gugur.

Masalah lain ada pada posisi bek kiri. Robertson perlu diganti, tetapi Liverpool mungkin tidak harus langsung membeli pemain baru jika Kostas Tsimikas kembali dan Milos Kerkez sudah tersedia.

Kerkez didatangkan dalam belanja besar musim panas sebelumnya. Jika ia berkembang sesuai harapan, Liverpool bisa memakai kombinasi Kerkez dan Tsimikas untuk menjaga sisi kiri tanpa belanja tambahan besar.

Di sisi kanan, situasinya lebih rumit karena Conor Bradley disebut belum akan kembali dalam waktu dekat. Jeremie Frimpong dan Joe Gomez tersedia, tetapi keduanya memiliki riwayat cedera yang membuat kedalaman tetap mengkhawatirkan.

Liverpool perlu mempertimbangkan bek kanan tambahan agar tidak mengorbankan struktur lini tengah. Memaksa Curtis Jones atau Dominik Szoboszlai bermain sebagai bek kanan darurat bisa mengganggu keseimbangan tim.

Lini tengah sebenarnya tidak menjadi masalah utama jika tidak ada pemain yang pergi. Namun, The Times melaporkan Inter Milan kembali mempertimbangkan transfer Curtis Jones, yang dinilai sekitar 35 juta Poundsterling.

Jones menjalani musim paling aktif di bawah Arne Slot dan bahkan sempat mengisi posisi bek kanan karena krisis cedera. Jika ia pergi, Liverpool perlu kembali menghitung kedalaman lini tengah mereka.

Situasi kontrak Konate juga belum sepenuhnya selesai. Jika ia bertahan, kedatangan Jacquet membuat kebutuhan bek tengah tambahan tidak terlalu mendesak.

Namun, jika Konate pergi, Liverpool tidak bisa hanya mengandalkan Jacquet, Van Dijk, dan pemain yang baru pulih dari cedera. Mereka tetap butuh satu bek tengah lain untuk menjaga stabilitas sepanjang musim.

Alisson juga menjadi nama yang harus dipantau. Beberapa laporan menyebut masa depan kiper Brasil itu tidak sepenuhnya aman, sehingga Liverpool perlu memiliki rencana cadangan jika ia benar-benar pergi.

Bursa transfer Liverpool pada akhirnya akan ditentukan oleh prioritas. Mengganti Salah dan Robertson harus menjadi fokus utama, sementara posisi bek tengah, bek kanan, dan kiper bergantung pada situasi pemain yang keluar.

Jacquet sudah menjadi langkah awal yang penting, tetapi belum cukup. Liverpool masih membutuhkan minimal dua sampai tiga keputusan besar agar skuad mereka siap kembali bersaing di Premier League dan Liga Champions.

Belanja 200 juta Dollar AS untuk pemain sayap bukan skenario yang mustahil jika Salah benar-benar pergi. Namun, Liverpool harus berhati-hati agar tidak hanya membeli potensi, tetapi juga pemain yang sanggup langsung memikul tekanan Anfield.

Musim panas ini bisa menjadi awal era baru di Liverpool. Setelah bertahun-tahun ditopang oleh Salah, Robertson, Alisson, Van Dijk, dan Konate, klub kini harus membangun ulang tanpa kehilangan identitas kompetitifnya.