x

Belasan Suporter Jateng-DIY Hadiri Sarasehan di Solo, Sosialisasi Kehadiran PN-SSI

Senin, 6 Maret 2023 18:35 WIB
Penulis: Nofik Lukman Hakim | Editor: Herry Ibrahim
18 kelompok suporter yang ada di wilayah Jawa Tengah dan DIY menghadiri sarasehan bersama Presidium Nasional Suporter Sepak Bola Indonesia (PN-SSI) di Solo.

INDOSPORT.COM - Sebanyak 18 kelompok suporter yang ada di wilayah Jawa Tengah dan DIY menghadiri sarasehan bersama Presidium Nasional Suporter Sepak Bola Indonesia (PN-SSI) di Solo, Senin (06/03/23). Ini menjadi momen perdana Panser Biru dkk. bertemu PN-SSI.

PN-SSI resmi dikukuhkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Jakarta pada 22 Februari 2023 lalu. Organisasi itu dibentuk sebagai implementasi atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

Awalnya, dalam rundown acara ini terdapat nama ketua umum PSSI, Erick Thohir. Namun, pada akhirnya hanya Budiman Dalimunthe selaku kepala departemen pemberdayaan suporter yang hadir dalam acara ini.

Sementara dari PN-SSI, mereka hadir dengan kekuatan lengkap. Ada Uki Nugraha atau lebih dikenal dengan Daeng Uki yang menjabat sebagai ketua PN-SSI. Ada pula Tommy Ermanto yang menjabat sebagai waketum PN-SSI.

Turut hadir dalam acara ini sesepuh suporter Persija, Ferry Indrasjarief, pendiri Viking Persib Club, Heru Joko hingga sesepuh suporter Persis Solo, Prapto Koting. Sementara itu 18 kelompok suporter Jawa Tengah-DIY yang hadir diwakili petinggi organisasi masing-masing.

Baca Juga

Ditemui dalam acara ini, Tommy Ermanto mengatakan, agenda ini merupakan bagian dari sosialisasi atas terbentuknya PN-SSI. Tommy menyadari ada banyak pertanyaan dari suporter Tanah Air tentang apa itu PN-SSI.

"Ini bagian dari sosialisasi, tentang bagaimana PN-SSI ini bisa hadir, tujuannya apa, lalu bagaimana program kita. Maka sosialisasi ini dilakukan dengan datang ke daerah-daerah. Kemarin sudah selesai di Jawa Timur, hari ini ada Jawa Tengah dan DIY," kata Tommy Ermanto, Senin (06/03/23).

Baca Juga

PN-SSI juga ingin berdialog dengan suporter di setiap daerah tentang apa saja kendala yang dialami selama ini. Tommy menyebut ada beberapa hal yang perlu dihadirkan, seperti asuransi hingga edukasi berkelanjutan.

Negara sudah hadir dengan adanya Undang-undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan. Masukan ini bisa menjadi rujukan ketika nanti Peraturan Pemerintah (PP) diterbitkan.

"Maka kami meminta arahan, masukan dari teman-teman tentang apa yang selama ini menjadi kendala dari suporter agar negara bisa menampung," tutur Tommy.

Baca Juga

1. Dialog dengan Kepolisian

18 kelompok suporter yang ada di wilayah Jawa Tengah dan DIY menghadiri sarasehan bersama Presidium Nasional Suporter Sepak Bola Indonesia (PN-SSI) di Solo.

PN-SSI juga punya rencana untuk menggelar dialog dengan pihak Kepolisian. Ternyata, Liga 1 2022/2023 memiliki kendala baru dengan hadirnya Perpol Nomor 10 Tahun 2022 tentang Pengamanan Penyelenggaraan Kompetisi Olahraga.

"Selama ini pertandingan kita terhambat dengan Peraturan Polisi, yang membatasi jumlah penonton, seolah-olah kepolisian masih phobia dengan suporter. Maka kita akan mengajukan diskusi dengan Kepolisian agar Perpol-nya diperbaiki," ucap Tommy.

Ditambahkan Ketua Pelaksana Sarasehan Jawa Tengah, Aulia Haryo Suryo, total ada 25 suporter yang diundang untuk hadir dalam acara ini. Namun, hanya 18 kelompok suporter saja yang bisa hadir.

Dari jumlah itu, ada beberapa kelompok yang berasal dari tim-tim Liga 1, seperti PSS Sleman, Persis Solo dan PSIS Semarang. Hanya Brigata Curva Sud (BCS) saja yang tidak hadir pada acara ini.

Baca Juga

"BCS tidak bisa hadir karena hari ini PSS Sleman main lawan Bhayangkara FC," jelas Aulia Haryo Suryo.

Sementara itu, Wakil Walikota Solo, Teguh Prakosa, mengapresiasi pertemuan belasan suporter Jawa Tengah yang diinisiasi PN-SSI.

Baca Juga

Menurutnya, pertemuan rutin ini perlu digelar agar tercipta hubungan yang harmonis antar suporter. Dia pun berharap banyak pada PN-SSI sebagai jembatan untuk adanya komunikasi suporter secara nasional.

"Harapannya, sebagai (bagian) masyarakat luas, sebagai pemerintah, inginnya semua aman-aman saja. Harapannya tidak ada lagi kerusuhan, cekcok antarsuporter atau lempar-lempar (masyarakat) yang tidak punya salah," papar Teguh Prakosa.

Sosialisasi ini masih akan terus dilanjutkan ke berbagai daerah lain di Indonesia. Harapannya, ada banyak masukan untuk PN-SSI agar disampaikan kepada suporter serta pemerintah, dalam hal ini melalui Kemenpora.

Baca Juga
PSSIErick ThohirSuporterTimnas IndonesiaLiga IndonesiaTimnas Indonesia U-20Piala Asia U-20 2023

Berita Terkini