x

Florian Wirtz: Bocah Ajaib Jerman yang Bikin Liverpool dan Barcelona Adu Sikut

Sabtu, 1 April 2023 18:05 WIB
Editor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya
Florian Wirtz (tengah) di laga Bayer Leverkusen vs Ferencvaros. (Foto: REUTERS/Wolfgang Rattay)

INDOSPORT.COM – Dua raksasa Eropa, Liverpool dan Barcelona, kompak mengejar bintang muda Jerman asal Bayer Leverkusen, yakni Florian Wirtz.

Pemain yang baru berusia 19 tahun itu menjadi bidikan kedua tim pada bursa transfer musim panas 2023 nanti guna memperkuat sektor lini tengahnya.

Liverpool yang memang membutuhkan gelandang baru, menjadikan Wirtz target altenatif andai kesulitan mendatangkan Jude Bellingham dari Borussia Dortmund.

Bellingham diyakini sulit didapatkan oleh The Reds karena harganya yang tinggi, yakni mencapai 150 juta euro atau setara Rp2,4 triliun.

Lalu, pemain berpaspor Inggris itu juga menjadi incaran tim-tim kaya lainnya, salah satunya Real Madrid yang dilaporkan makin dekat mendatangkannya.

Baca Juga

Liverpool pun kemudian menjadika Florian Wirtz dari Bayer Leverkusen sebagai target alternatif. Tapi, keinginan ini bisa diganjal Barcelona yang juga meminatinya.

Barcelona memang tenga mengalami kesulitan finansial untuk berbelanja pemain, apalagi dengan adanya larangan berbelanja pemain karena telah melebihi batas ambang gaji (Salary Cap).

Baca Juga

Namun, tim berjuluk Blaugrana ini tak ingin melewatkan kesempatan mendatangkan Wirtz yang diyakini akan tersedia pada bursa transer musim panas nanti.

Demi mendatangkannya, Barcelona bahkan siap melakukan cuci gudang dan menjual barisan bintangnya agar bisa mengurangi beban gaji dan memiliki dana untuk memboyongnya.

Dengan ketertarikan Liverpool dan Barcelona, nama Florian Wirtz pun kemudian menjadi perbincangan. Apa yang membuat wonderkid Bayer Leverkusen ini begitu spesial?

Baca Juga

1. Pengganti Kai Havertz di Leverkusen

Pemain Bayer Leverkusen, Florian Wirtz. (Foto: REUTERS/Thilo Schmuelgen)

Florian Wirtz menjadi tulang punggung Bayer Leverkusen yang datang dari akademinya, sepeninggal Kai Havertz yang hengkang ke Chelsea pada 2020 lalu.

Sejatinya, ia sudah berduet dengan Havertz sejak musim 2019/20 di Leverkusen. Namun saat itu perannya masih kalah dari seniornya tersebut.

Usai Havertz diboyong Chelsea, Leverkusen pun menjadikan Wirtz sebagai poros dalam melancarkan serangan, di mana ia diplot sebagai pemain bernomor 10 yang bermain dalam peran Free Role.

Hasilnya, di musim perdananya sebagai tulang punggung Leverkusen, yakni musim 2020/21, ia berhasil mencatatkan 5 gol dan 6 assist dari 29 laga di usianya yang baru 17 tahun.

Berlanjut ke musim keduanya yakni musim 2021/22, Wirtz kembali menjadi andalan. Di usia yang baru 18 tahun, ia berhasil mencetak 7 gol dan 10 assist dari 24 pertandingan.

Baca Juga

Kini di musim ketiganya yakni 2022/23 sebagai tulang punggung serangan Leverkusen, eks jebolan FC Koln U-17 ni mampu mencetak 4 assist dari 9 laga pasca berkutat dengan cedera di awal musim.

Catatan-catatan itu terbilang menakjubkan bagi pemain yang masih berada di kategori remaja, di mana ia memiliki output menawan di usia yang baru belasan.

Baca Juga

Catatan istimewa itu pun terlihat di musim keduanya, atau sepeninggal Havertz, di mana 17 G/A dalam 24 laga bagi anak berusia 18 tahun itu sangat istimewa.

Meski tak bisa menyamai cataan Havertz bersama Leverkusen, setidaknya tim berjuluk Die Werkself ini memiliki pengganti sepadan pada diri Wirtz.

Lalu, bagaimana dengan kualitasnya jika dilihat dari angka selama berseragam Bayer Leverkusen?

Baca Juga

2. Kualitas Florian Wirtz

Florian Wirtz (tengah) di laga Bayer Leverkusen vs Ferencvaros. (Foto: REUTERS/Wolfgang Rattay)

Sebagai pemain yang bermain Free Role, Florian Wirtz diberi kebebasan untuk melakukan apapun saat Bayer Leverkusen menyerang.

Ia pun memilih sebagai kreator yang ditunjukkannya lewat angka, di mana ia memiliki catatan 0,61 assist per 90 menit dalam satu tahun terakhir.

Kreativitas Wirtz juga terlihat dari rataan Shot-Creating Actions (SCA) atau tindakan berbuah tembakan yang ia buat, yang mencapai 5,1 SCA per 90 menit.

Tak hanya kreatif dalam menyerang, Wirtz juga kreatif dalam terlibat permainan, di mana ia punya rataan umpan sukses sebesar 78, 6 persen per 90 menit dari rata-rata 54,33 operan per 90 menit.

Selain kreatif dalam operan, Wirtz juga kreatif dalam melakukan dribel, di mana ia punya rataan 3,67 Take-Ons sukses atau melewati lawan lewat dribel per 90 menit.

Soal dribel, Wirtz pun tak hanya berputar-putar di areanya saja. Ia juga punya rataan 3,36 dribel ke pertahanan lawan per 90 menit.

Selain aktif menyerang, Wirtz juga rajin membantu pertahanan. Ia kerap membantu pertahanan lewat rataan 1,43 blok dan 1,43 tekel, yang biasa ia lakukan di area pertahanan lawannya.

Dengan catatan itu, wajar jika Liverpool dan Barcelona yang identik bermain menyerang, begitu tertarik memboyong Wirtz yang identik dengan kreativitas dan Work Rate-nya.

LiverpoolBarcelonaBayer LeverkusenIn Depth SportsFlorian WirtzOne Football

Berita Terkini