Tour de Singkarak memasuki etape ketiga yang melewati lintasan 50 Kota hingga Tanah Datar. Jalur yang terbilang berat ini sempat diwarnai insiden. Pada etape ini Arvin Moazemi mengalami kecelakaan.
Pebalap asal Iran yang pada etape kedua meraih Green & Yellow Jersey tersebut terjatuh di Puncak Pato. Jalur lintasan pada etape ketiga Tour de Singkarak adalah salah satu jalur ekstrem karena pebalap harus melintasi tiga tanjakan serta melewati Kelok 9 yang terkenal sebagai jalur bahaya.
Saat memasuki Puncak Pato menuju Istano Basa Pagaruyung di Tanah Datar, Moazemi, pebalap tim Pishgaman Yazd, tergelincir dan jatuh.
Beruntunga tim medis, pengawas lomba, serta kepolisian dengan cepat dan tanggap menangani Moazemi sehingga dia tidak mengalami cedera parah. Bahkan Moazemi bisa menyelesaikan finish di peringkat delapan dengan torehan waktu 2 jam 34 menit 38 detik.
Puncak Pato sendiri adalah daerah yang berjarak 17 km dari Kota Batu Sangkar, Tanah Datar yang berdekatan dengan Istano Basa Pagaruyung dan memiliki lintasan tanjakan yang cukup curam.
Dari segi historis, daerah ini terkenal sebagai benteng pertahanan masyarakat Kerajaan Pagaruyung saat menghadapi Perang Paderi, 1803-1808 lalu.