Soal santunan tersebut dipastikan oleh Kepala bidang Binpres Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Candra Ariavijaya didampingi Wakasekjen Tino Latuheru.
ISSI juga menjelaskan langsung ke pengurus ISSI Jawa Tengah sebagai asal daerah Nifera soal kronologi dan penanganan Nifera pascakecelakaan. Nifera disiapkan mengikuti Asian Mountain Bike Championship (AMBC), 1-2 November 2014.
Nifera tewas akibat terjatuh dari sepeda, sempat dilarikan ke salah satu rumah sakit di Palembang, namun nyawanya tetap tak tertolong.
Kecelakaan terjadi pada pukul 14.57. Nifera mengalami kecelakaan di lokasi jalur sepeda, persis di KM 800 dari garis start. Kecelakaan yang dialami Nifera diduga akibat kondisi trek terjal dan banyak batu.
“Posisi jatuh diperkirakan korban tidak membentur ke tanah. Dugaan Nifera membentur setang sepeda karena saat latihan korban menggunakan peralatan keselamatan berupa body impact sesuai aturan mengikuti berbagai prosedur pemeriksaan," kata Candra.
Candra memastikan proses pengecekan dilakukan pelatih yang bertanggung jawab apakah kondisi atlet prima. Setelah dicek sesuai aturan, ternyata seluruhnya mulai pemanasan dan sesuai aturan.
Setelah itu pelatih melakukan proses cek trek berjalan kaki sebelum bersepeda. Itu sudah dilakukan. Selanjutnya atlet dan pelatih melakukan sesion latihan. Ssetelah terjadi kecelakan, panitia mengambil antisipasi dan ditangani sesuai standar karena ketika atlet kecelakaan tidak ada langkah langsung mengangkat atlet sebab tidak diketahui bagian tubuh yang patah.
“Untuk prosedur sebelum latihan sudah sesuai standar, malah pengecekan dilakukan mulai dari sepeda atlet sendiri apakah ada kerusakan yang mengakibatkan atlet kecelakaan. Ternyata hasil investigasi tidak ada apa-apa. Kedua alat perangkat pengaman tubuh di atlet sesuai prosedur atlet sepeda downhill," jelas Candra.