Panitia pelaksana dari Kementerian Pariwisita (Kemenpar) bertekad menjadikan edisi Tour de Singkarak kali ini semeriah mungkin. Ajang balap sepeda internasional tersebut akan menghadirkan 25 klub dan 30 pembalap dari mancanegara.
Lalu, pembukaan Tour de Singkarak 2016 akan digelar di Dermaga Danau Singkarak, Kabupaten Solok. Tujuannya agar ajang balap sepeda internasional itu benar-benar lekat dengan salah satu danau terindah di Sumatera Barat (Sumbar) tersebut.
“Dengan keindahan Danau Singkarak, kami berharap Tour de Singkarak benar-benar mampu menarik wisatawan ke Sumbar,” kata Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal Kementerian Pariwisata, Raseno Arya.
“Pelaksanaan grand opening langsung di Danau Singkarak juga menjadi kali pertama semenjak Tour de Singkarak digelar," lanjutnya.
Selain itu, etape yang dipilih dalam Tour de Singkarak mencangkup daerah-daerah kaya dengan keindahan alam dan budaya yang tinggi.
Beberapa tempat wisata maupun daerah dengan situs budaya akan dilewati dari 8 etape antara lain, Dermaga Danau Singkarak (Kabupaten Solok), Ngalau Indah (Kota Payakumbuh), Harau (Kabupaten 50 Kota), Kelok Sembilan (Kabupaten 50 Kota), Ekuator Iman Bonjol (Kabupaten Pasaman), Istano Basa Pagaruyuang (Kabupaten Tanah Datar).
Pantai Tiram (Padang Pariaman), Gedung Pertemuan Pancasila (Kabupaten Sijunjung), Istana Bung Hatta (Kota Bukit Tinggi), Tugu Perdamaian Dunia (Kota Padang), Kelok 44 (Kabupaten Agam), serta beberapa daerah lainnya yang dipastikan tidak kalah memikat hati para pencari keindahan dan juga pecandu olahraga balap sepeda.
Dengan begitu, penyelenggaran berharap Tour de Singkarak bisa dijadikan sebagai ajang promosi budaya dan pariwisata Sumbar.
“Jadi para pembalab akan kami bawa ke tempat-tempat wisata di Sumbar. Kebetulan etape ke-8 akan star di Bukit Tinggi, jadi mereka bisa berwisata dan tentunya akan memberikan pengaruh cukup besar terhadap pariwisata Sumbar khususnya daerah tersebut," tutupnya.