Toni yang menjadi pembalap sepeda BMX Indonesia pertama yang turun di kejuaraan multi event terbesar di dunia tersebyt.
Jelang pertandingan, atlet berusia 25 tahun itu menjelaskan sudah melakukan persiapan final dengan menjajal trek Olympic BMX Center di kawasan Deodoro, Rio de Janeiro yang akan digunakan dalam pertandingan nanti.

Toni Syarifudin ketika sedang beraksi dengan sepeda BMX miliknya.
“Sudah latihan resmi, nanti tandingnya besok tanggal 18. Hari ini untuk pengambilan waktu, sejauh ini tidak ada masalah baik dengan makanan dan lainnya, cocok-cocok saja,” ujar Toni melalui pesan singkat kepada INDOSPORT.
Menariknya meski berkompetisi di ajang olahraga paling bergengsi di dunia, Toni mengaku bahwa ia malah tidak memiliki target khusus. Ia memilih untuk enjoy dan menikmati perlombaan karena hal tersebut diakuinya membuat ia lebih tenang.
“Disini sirkuitnya ekstrim, beda sama yang ada di Indonesia. Saya sendiri tidak pernah menargetkan diri sendiri. Soalnya cuma bikin konsentrasi kacau. Lebih baik enjoy dan have fun malah mainya lebih tenang,” terangnya lebih rinci.

Disisi lain Toni juga mengungkapkan bahwa motivasi utamanya demi mengibarkan bendera Merah Putih adalah keberadaan sang istri tercinta, Elzha Ramadhana Lavita yang tengah mengandung anak pertamanya.
“Tentu saja istri yang tengah hamil juga menjadi motivasi terbesar saya tampil di Olimpiade ini. Tidak ada barang istimewa yang dibawa seperti helm dan lainnya karena sudah waktunya ganti semua,” ujar Toni yang harus melewatkan bulan puasa karena fokus menjalani latihan.
Toni akan tampil lomba balap sepeda BMX di Olimpiade 2016 pada Rabu (17/08) diawali dengan sesi time trial. Kemudian hari berikutnya babak penyisihan, sedangkan babak final berlangsung Jumat (19/08).