Taekwondo Sumsel Dilanda Konflik Dualisme Pengurus

Senin, 19 Januari 2015 20:37 WIB
Kontributor: Muhammad Effendi | Editor:
© Muhammad Effendi/INDOSPORT
 Copyright: © Muhammad Effendi/INDOSPORT

Dualisme Federasi Taekwondo Indonesia Sumatera Selatan terjadi antara kepengurusan TI Sumsel hasil Musyawarah Provinsi (Musprov) 2013/2017 pimpinan Darusman Usman dan Musprovlub 2014/2017 di bawah kendali, Hardi Sopuan.

Menyikapi hal ini, Wakil Ketua Umum I KONI Sumsel, Maryama Bustam saat dijumpai usai audensi pimpinan Hardi Sopuan, di ruang rapat ketua umum KONI Sumsel, mengatakan, KONI akan bersikap netral dengan tak memihak pada salah satu dari dua kelompok yang bersengketa. 

"Kami akan bicara dengan pengurus besar (PB) TI, jangan sampai atlet jadi korban," kata Maryama saat terima 

PB TI akan lebih berperan untuk menyelesaikan perkara dualisme ini, akan tetapi KONI juga akan dapat membantu dalam hal memfasilitasi mediasi yang akan terjadi.

Sebagai tindak lanjut awal, KONI Sumsel telah berkoordinasi dengan Kepala Bidang (Kabid) organisasi agar melayangkan surat ke PB TI. 

"Kita berharap masalah ini dapat diselesaikan secepatnya, kita akan dukung yang terbaik untuk organisasi," tambah dia.

Sementara itu Ketua Bidang Hukum KONI Sumsel, Haris Fahri menambahkan, bila Pengprov tak melakukan Musyawarah Daerah (Musda) maka KONI Sumsel berhak ambil alih. Akan tetapi ini Musda telah digelar, sehingga kasus kali ini berbeda.

"Ini sudah ada produk Musda secara sah, kita cari solusinya, kita tidak akan memberikan produk Darusaman dan Musdalub sampai ada titik temu," tandasnya.