Tolak Permintaan Ibunya

Pacquiao Janjikan Kebangkitan

Rabu, 12 Desember 2012 15:25 WIB
Editor: Rawan Kurniawan
 Copyright:

Manny Pacquiao mencium kanvas dan tak bangun saat mendapat hitungan dari wasit. Manny menyerah setelah pukulan Márquez menghantam rahangnya pada ronde keenam, pertarungan pada Minggu (09/12).

Kekalahan membuat banyak kalangan meminta Manny gantung sarung. Namun Pacquiao menolak, “Jangan khawatir. Kita akan bangkit lagi."

"Saya melihat rekaman duel dan puas dengan gerakan saya. Saya bertarung baik dari ronde pertama hingga enam. Namun saya terpukul sebuah pukulan keberuntungan di detik terakhir ronde tersebut."

Sebelum tarung, Manny berencana menghabisi Márquez di ronde 8. "Pertarungan tidak akan berlangsung hingga 12 ronde," komentar Pacquiao tentang tulang hidung lawan yang sudah patah.

Setelah kalah, Manny tak lupa memberi hormat kepada Márquez yang bertarung lebih baik.

Tambahan satu kekalahan membuat Pacquiao mencatat rekor 54 menang, 5 kalah dan 2 seri selama 18 tahun. Sebelum Márquez, Timothy Bradley merebut sabuk juara dunia kelas welter WBO dari pinggangnya, 09 Juni 2012.

Banyak pihak di Filipina mempertanyakan gaya Pacquiao saat kalah dari Bradley dan Márquez. Pacquiao naik ke ring tanpa berkalung rosario, salah satu benda bernilai suci dalam tradisi agama Katolik.

"Sejak dia mengubah tata cara beragama dalam hidupnya, dia tidak lagi fokus pada tinju," kata Dionisia yang meminta The Pacman meninggalkan ritual yang tak sesuai dengan tata cara Katholik.

Kekalahan Pacquiao mengguncang Filipina. Jutaan rakyat diam dan terpaku saat pukulan kanan Márquez membuat jagoan mereka terjerembab dan tidak bereaksi dalam hitungan detik.

Media Filipina menyebut sebagian rakyat tenggelam dalam alkohol akibat kekalahan Pacquiao.