Tubagus Setia Sakti asal Bandar Lampung bertarung melawan petinju senior Ical Tobida di kejuaraan Nasional Ad Interim Versi Komisi Tinju Profesional Indonesia (KTPI).
Sesuai jadwal, pertarungan tersebut berlangsung 12 Ronde di TVRI, Sabtu malam.
"Pertarungan ini adalah ad interim di mana Tubagus yang menempati peringkat satu melawan peringkat kedua Ical Tobida," kata promotor pertandingan Syafrudin Lado, Minggu.
Lado mengatakan sebagai promotor dirinya sudah menjalani prosedur yang ditetapkan. Mulai dari timbang badan dan cek kesehatan sehari menjelang pertandingan.
"Pada saat timbang badan, almarhum dinyatakan layak bertanding. Beratnya under beberapa ons dari berat ideal di kelas terbang junior 49 kilogram," jelas Lado.
Lado menyatakan yang menjadi penyebab kematian Tubagus adalah pendarahan di otak. Berdasarkan hasil CT Scan di Rumah Sakit UKI, almarhum mengalami pendarahan di otak.
Pada ronde kedelapan, wasit menghentikan pertandingan karena Tubagus Setia Sakti beberapa kali mengangkat tangan. Hal itu sebagai pertanda Tubagus Setia tidak dapat melanjutkan pertandingan.