Siap Tinggalkan Kelas Bulu

Daud Rela Tak Bergelar

Rabu, 13 Maret 2013 17:42 WIB
Editor: Jhon Purba
 Copyright:

Yordan pernah mengisyaratkan akan menjadikan duel menghadapi Simpiwe Vetyeka di Senayan, Jakarta, 14 April 2013, sebagai pertarungan terakhir kali di kelas bulu.

Daud membidik kelas bulu super atau kelas ringan junior. Petinju asal Sasana Kayong Utara, Kalimantan Barat, berambisi menjadi juara dunia pertama di dua kelas berbeda asal Indonesia.

"Saya rela gelar dicopot karena sudah konsekuensi untuk naik kelas dari kelas bulu ke kelas di atasnya,” tegas Daud Yordan.

Chino yang mencatat 30 kemenangan (23 menang KO) dan 2 kekalahan mengatakan sudah menyampaikan rencana untuk naik kelas kepada manajemen. Manajemen menyatakan dukungan.

"Nantinya saya naik kelas ke bulu super atau yang lain tergantung ke manajemen saja," kata Yordan yang ingin mencicipi ketat dan kerasnya persaingan di atas kelas bulu.

Yordan menjuarai kelas bulu IBO usai meng-KO petinju Filipina Lorenzo Villanueva, 05 Mei 2012, pada ronde kedua. Daud juga menang atas petinju Mongolia Choi Tseveenpurev pada 09 November 2012.

Daud mengalami kekalahan saat mencoba merebut juara dunia kelas bulu WBA dari tangan Chris John (17 April 2011). Kekalahan lain saat takluk pada Calestino Caballero (Panama) pada 10 April 2010.