Johnson tercatat sebagai petinju pertama berdarah Amerika-Afrika yang menjadi juara dunia kelas berat. Johnson menjadi juara dunia pada tahun 1908 usai mengalahkan petinju berkulit putih Jim Jeffries.
Kemenangan Johnson sempat menimbulkan kerusuhan ras di Amerika Serikat. Johnson memperparah isu rasial saat menemani seorang wanita kulit putih melintasi batas negara.
Pada tahun 1913, dewan juri yang semuanya berkulit putih menghukum Johnson dengan penjara selama setahun. Dewan juri memutuskan aksi Johnson bersama wanita berkulit putih adalah tidak bermoral.
Kerabat dan pendukung tidak pernah lelah berkampanye untuk pembebasan Johnson. Mayoritas Senat mengatakan pengampunan akan memulihkan nama Johnson dan memperbaiki kesalahan sejarah.
Johnson yang lahir pada 31 Maret 1878 di Galveston, Texas, meninggal dunia pada usia 68 (10 Juni 1946) di Raleigh, North Carolina.