Turun di Kelas Ringan

Daud Bakal Jadi Sejarah

Kamis, 20 Juni 2013 13:54 WIB
Editor: Jhon Purba
 Copyright:

Pertarungan Daud ‘Cino’ kontra Brizuela ‘Tatu’ di Perth, Australia, 06 Juli 2013, dalam perebutan sabuk juara kelas ringan IBO yang lowong. Kemenangan akan menempatkan Daud dalam sejarah tinju Indonesia.

Sebelum naik kelas ke kelas ringan (61 kilogram), Daud Yordan malang melintang di kelas bulu (57,1 kilogram). Dalam duel terakhir di kelas bulu, Mei 2013, Daud kalah dari Simpiwe Vetyeka.

Kekalahan dari Simpiwe Vetyeka memaksa Cino melepas sabuk juara kelas bulu dengan berat hati. Padahal Daud berencana meninggalkan kelas bulu dengan status juara bertahan.

Soal kekalahan dari Simpiwe Vetyeka, Daud merasa sangat lemah dan letih. Cino mengaku kesusahan menjaga berat badan ideal saat bertahan di kelas bulu.

“Tapi kekuatanku akan kembali saat melawan Brizuela, Juli nanti. Saya akan mengalahkan Brizuela dan membawa sabuk juara IBO ke Indonesia,” Daud Yordan.

Keyakinan yang sama juga terlontar dari Brizuela. Brizuela, pernah tampil di Olimpiade 2004 Athena, menjadikan duel melawan Cino sebagai momentum melambungkan nama.

“Mimpi saya membawa juara dunia ke Argentina. Dunia akan kenal Sergio Martinez, Marcos Maidana dan tidak akan lupa nama Daniel ‘Tatu’ Brizuela,” kata Brizuela.