Manny Pacquiao mewujudkan janji dengan berkunjung ke para korban yang terkena musibah topan Haiyan. Pacquiao mempersembahkan kemenangan atas Brandon Rios kepada para korban.
Pacquiao mendapat masalah menjelang kunjungan ke para korban yang tersebar di wilayah Tacloban, Filipina. Pacquiao berangkat tanpa uang dan terpaksa meminjam uang 1 juta peso Filipina.
Dana 1 juta peso (setara sembilan ratus miliaran dalam rupiah) untuk membeli persediaan bantuan makanan. Pacquiao berencana meminjam uang lebih banyak untuk membantu sekitar 10.000 korban.
Bagi Pacquiao, duit sebanyak 1 juta peso atau 22 ribu dolar AS setara sembilan ratus miliaran dalam rupiah tidak seberapa. Petinju terhebat Filipina mempunyai dana ratusan miliar rupiah.
Yang menjadi masalah pemerintah Filipina masih membekukan rekening Pacquiao. Pacquiao mengaku pajak membekukan duitnya 2,2 miliar peso (54,7 juta dolar AS) atau Rp643,38 miliar.
Pemerintah Filipina membekukan rekening Pacman, julukan Pacquiao, karena petinju juara delapan kelas berbeda terbukti tidak membayar pajak sepanjang 2008-2009.
Berdasarkan perhitungan sepihak pemerintah, utang Pacquiao makin membengkak karena pajak sejak Juli 2010 juga belum masuk ke kas negara.
Tak terima mendapat tuduhan sebagai penggelap pajak, Pacquiao membantah. Dia mengklaim sudah membayar pajak hasil kemenangan atas Ricky Hatton dan Oscar de la Hoya.
“Saya bukan penjahat atau pencuri. Uang yang saya hasilkan tidak dicuri. Uang dari pertandingan di atas ring, darah dan keringat,” tegas Pacquiao yang pernah tersandung kasus pajak di Amerika Serikat.