Atlet bernama lengkap Ni Lhu Gede Yeni Wahyu Dewi itu berhasil menyabet medali, di tingkat daerah, nasional, bahkan internasional. Dua kali ia menyandang status petinju putri terbaik Indonesia.
Wanita kelahiran Bali 24 Mei 1992 menganggap tinju sebagai olahraga yang menyenangkan, meski terlihat berat dan kasar bagi sebagian wanita pada umumnya.
“Karena tinju, saya bisa menggapai prestasi hingga saat ini, dan seperti ini. Karena tinju, saya bisa punya masa depan,” kata Yeni kepada INDOSPORT di ruang tinju, KONI Jawa Barat, Kota Bandung.
“Asalkan semangat menjalaninya, hasilnya pasti akan bagus,” tambah Yeni.
Ibunda Yeni, Ni Wayan Suarni, awalnya melarang dia berprofesi sebagai petinju. Namun sang ayah I Made Nada yang notabene mantan atlet tinju Bali mendukung untuk mengembangkan bakatnya.
I Made mendidik langsung putri pertamanya itu. Buah dari didikan sang ayah, kini Yeni menjelma menjadi salah satu atlet tinju putri andalan Merah-Putih di kancah Internasional.
“Mamah pernah melarang dan memarahi saya karena saya berprofesi sebagai petinju,” jelas atlet yang juga anggota TNI.
“Cuma karena Bapak juga atlet tinju, Bapak bilang kalau saya memiliki peluang, dan sampai sekarang saya bisa seperti ini,” tutur Yeni Wahyu Dewi.
Yeni pada awalnya bercita-cita menjadi seorang polisi, namun karena gagal saat psikotes, ia akhirnya memilih masuk TNI. Saat ini Yeni berkantor di Paldam III Siliwangi.
“Awalnya masuk sebagai polisi, tapi karena psikotesnya cukup sulit, jadi gagal. Pas ada pembukaan Kodam, saya coba masuk, akhirnya diterima. Kini di Paldam III Siliwangi Kota Bandung,” ujar dia.
Dengan profesinya sebagai TNI di Kota Bandung, ia lebih memilih memperkuat Jawa Barat saat mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 mendatang ketimbang BALI, daerah asalnya.
“Sebenarnya saat saya jadi tentara, ada tarik-menarik antara Bali dan Bandung. Tapi karena saya bekerja di Bandung, makannya saya bela Jawa Barat,” tutur Yeni.
Ia mengaku senang dapat membela Jawa Barat, rasa nyaman dan keramahan orang di Kota Kembang menjadi salah satu alasannya. “Meski baru 3 bulan di Bandung, saya enjoy dan senang,” ungkap dia.
Rumah untuk Orangtua
Yeni bertekad bisa meraih banyak prestasi di masa depan. Dengan prestasi, ia berharap bisa mengumpulkan pundi uang untuk membelikan rumah bagi kedua orang tuanya.
“Yang saya belum kasih ke orang tua adalah rumah. Saya ingin beli rumah buat mereka. Makanya meski sebagai tentara, saya akan terus berlatih sebagai petinju,” ungkap Yeni.
“Pekerjaan saya sebagai tentara tidak menghentikan langkah saya di tinju. Kepala Paldam juga sangat mensupport saya sebagai petinju,” beber dia.
Asisten pelatih tinju Jawa Barat Ruly Yudha mengatakan bahwa Yeni memiliki bakat dan teknik yang sangat luar biasa dalam bertinju.
“Yeni bisa dibilang atlet tinju wanita senior. Dia punya bakat yang sangat luar biasa. Untuk itu, kami persiapkan dia untuk PON Jabar 2016 nanti, karena dia salah satu atlet tinju wanita andalan Jabar,” kata Ruly.
Menurut Ruly, Yeni memiliki mental bertanding yang mumpuni, dengan stamina dan fisik yang luar biasa. Ia berharap Yeni dapat mendulang medali emas untuk Jabar di PON 2016 nanti.
Prestasi Yeni Wahyu Dewi:
- Emas, di Kejurnas Marinir Cup, Jakarta 2007
- Emas, STE Bali, mendapatkan sarung tinju emas, dan petinju terbaik.
- Perunggu, STE Makassar
- Perak, STE Manado
- Emas, Kejurnas Aceh
- Emas, Prapon
- Perunggu, PON 2012 Riau
- Emas, STE Medan dan menjadi petinju terbaik di nomor 60 kilogram.