Juara Dunia Kelas Ringan IBO, Daud "Cino" Yordan, sesumbar bakal tampil agresif saat meladeni penantang dari Afrika Selatan, Sipho Taliwe, di Metro City, Perth, Australia pada 6 Desember nanti.
"Saya tahu lawan (Taliwe) juga akan tampil dengan gaya yang sama sehingga saya harus tampil menekan sejak dari ronde ke ronde,” tegas Daud kepada Antara, Kamis (28/11/13).
Penampilan agresif itu, menurut Daud, agar Shipo yang berjuluk Tsunami itu tak memiliki kesempatan melancarkan pukulan alias serangan balik.
Sejuah ini, Daud memiliki rekor bertanding 31 kali menang –23 KO—dan tiga kali kalah. Daud merebut Sabuk Juara Kelas Ringan IBO dengan melibas petinju Argentina, Argentina, Daniel Eduardo Brizuela, di Australia, 6 Juli 2013.
Saat menaklukkan Brizuela, Daud beradaptasi sembari melancarkan strateginya pada ronde-ronde awal. "Memang sifatnya penjajakan tetapi saya tetapi menekan dia," kata dia.
Jelang pertarungan selanjutnya, petinju dari Sasana Kayong Utara Kalimantan Barat itu mengaku merasa beruntung dengan gaya bertinju Sipho Taliwe.
Menurut Daud, petinju Afrika Selatan itu bertarung dengan gaya khas petinju Mexico, yakni fighter. "Saya lebih suka lawan yang memiliki gaya bertarung fighter daripada seorang boxer,” lanjut Daud.
“Saya lebih mudah menyarangkan pukulan ke badan dia," timpal petinju kelahiran Sukadana, Kalimantan Barat, 10 Juni 1987 itu.
Pertarungan jarak dekat dengan petinju bergaya fighter, menurut Daud, jadi kunci bagi dirinya untuk memasukkan pukulan-pukulan keras ke tubuh lawan.
"Saya harus extra-hati-hati karena ini pertarungan pertama bagi saya untuk mempertahankan gelar juara. Tapi saya tetap optimistis," tandas Daud.
Sejak berlatih di Sasana Herry's Gym di Perth, Australia, Daud sudah sudah menyelesaikan 80 ronde dengan mitra tanding, termasuk Chris John.
"Kalau sebelum berangkat ke Australia saya sudah menyelesaikan 40 ronde berlatih dengan mitra tanding," tambah Daud. “"Setelah jalani latihan berat, saya menenangkan diri, fokus pada pertarungan mendatang."