Seto merasakan ada unsur dendam menyelimuti rencana duel El, panggilan Ahmad Jalaludin Rumi, dengan Farhat. Unsur dendam pada awalnya tercipta antara Ahmad Dhani, orangtua El, dengan Farhat.
“Ada unsur-unsur dendam dan emosional akan jadi contoh buruk. Semua diselesaikan dengan perang atau cara-cara tidak bijak," kata Seto Mulyadi kepada INDOSPORT lewat sambungan telepon.
Kak Seto, panggilan Seto Mulyadi, berharap pertandingan tinju kedua orang terpaut umur 23 tahun tersebut tidak berlangsung dan tidak terjadi.
"Saya dan komisi anak protes keras seandainya Pertina atau Polda Metro Jaya memberikan izin pertandingan tersebut," tegas Kak Seto.
Seto yang pernah memimpin Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak mengimbau kedua pihak (Ahmad Dhani dan Farhat Abbas) dapat menyelesaikan permasalahan dengan bijak.
“Itu kan kesalahpahaman saja yang muncul di dunia maya dan online karena pernyataan-pernyataan yang tidak melihat ekspresi dan mendengar intonasi kata-kata," jelas Seto.
Duel tinju Farhat kontra EL akhirnya tidak terwujud. Pantauan INDOSPORT di Sasana Amphibi Marinir Boxing Camp, Cilandak, sedang berlangsung pertandingan tinju amatir Jakarta Timur dan Bekasi.
Di tempat berbeda, Farhat Abbas mengaku sedang sakit, “Maaf, sekarang lagi kurang sehat. Besok wawancara boleh, ya."
Sehari sebelumnya, Jumat (29 November 2013), Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Pusat tidak merekomendasikan adu jotos antara El kontra Farhat.