Keputusan Pertina Sulsel mencoret keikutsertaan kedua petinju dari porda yang berlangsung pada 09 September 2014 setelah keduanya karena tidak bisa memperlihatkan ijazah sesuai persyaratan.
“Sebenarnya tiga atlet saat praporda belum membawa ijazah. Belakangan petinju Kabupaten Maros bisa memperlihatkan. Dua dari Makassar kita coret karena tidak bisa memenuhi," kata Abdi Amahoru.
Abdi Amahoru, sekretaris umum Pertina Sulsel, menjelaskan pencoretan dua petinju membuat 78 peserta dari Makassar, Maros, Toraja, Parepare dan Bantaeng sebagai tuan rumah aka tampil di Porda XV.
Dari 78 atlet di Porda 2014, Kabupaten Takalar menjadi peserta yang meloloskan paling banyak atlet, yakni 14 petinju. Selanjutnya Kabupaten Tana Toraja dan Parepare yang masing-masing meloloskan tujuh.
"Khusus Bantaeng, yang lolos otomotis kita berikan delapan kuota. Persyaratan seperti ijazah dan akta kelahiran sebagai upaya menghindari terjadinya pencurian umur," kata Abdi.
Seluruh petinju akan bersaing di sejumlah nomor, seperti 69-75 kg (kelas menengah), 64-69 kg (welter), 60-64 kg (welter ringan), 56-60 kg (ringan), 52-56 kg (bantam), 49-52 kg (terbang) dan 46-49 kg di putra.
Kategori putri mempertandingkan kelas 60-64 kg (welter ringan), 57-60 kg (ringan), 54-57 kg (bulu), 51-54 kg (bantam), 49-51 kg ( terbang) dan kelas terbang ringan antara 46-49 kg.