Musibah Banjir 2014

Rumah Chris John Banjir

Rabu, 29 Januari 2014 19:56 WIB
Editor: Rawan Kurniawan
 Copyright:

Chris mengatakan, banjir yang melanda rumahnya tidak separah musibah yang menghantam kota-kota lain di Indonesia.

Mantan penyandang gelar WBA ini mengungkapkan, hujan yang turun terus menerus selama beberapa hari mengakibatkan,kawasan perumahannya tergenang air hingga 20 cm.

“Selama saya tinggal di Semarang dan nganter anak ke sekolah sih masih oke ya,” ungkap Chris kepada INDOSPORT, Rabu malam.

Petinju yang dijuluki “The Dragon” tersebut merasa prihatin terhadap musibah banjir yang melanda warga Semarang dan Jakarta.

“Buat saya prihatin ya bagi masyarakat yang terkena banjir. Seperti yang saya lihat di TV seperti di Jakarta. Daerah lain banyak yang kena gitu kan,” kata pria kelahiran Banjaranegara.

Lanjut Chris John, beruntung pemerintah kota (Pemkot) Semarang tanggap. Sebelum, musibah banjir datang, Pemkot bersama masyarakat membersihkan dan membuat saluran air.

“Sekarang mungkin jauh lebih baik ya. Pemerintah daerah membuat saluran air. Belum kelihatan dampaknya,” ujar Chris.

“Daerah yang kena banjir itu sudah biasa cuman volumenya nggak sebesar dulu ya,” sambung Chris.

Pria bernama lengkap Yohannes Christian John ini mempunyai kenangan tentang banjir saat  rumahnya pernah terendam air hingga satu meter pada tahun 1999-2000.

“Banjir cukup dalam. Kita nggak bisa kemana-mana. Nggak bisa jalan juga. Namun, waktu itu jalan kaki masih bisa. Waktu itu tahun 1999 sampai 2000, masih di Semarang,” kenang ia.

Agar musibah banjir tidak terulang, Chris berharap, pemerintah provinsi (Pemprov) seluruh Indonesia lebih banyak membuat lahan hijau dan saluran air.

“Dari pemerintah daerah membuat irigasi yang lebih baik, lebih besarlah minimal. Jadi irigasi berfungsi agar air lancar. Itu baik sekali untuk mengatasi banjir,” terang ia.

“Membuat saluran air yang lebih banyak lagi agar air bisa tertampung,” tambahnya.

Selain itu, Chris menghimbau masyarakat juga peduli dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Saya pikir kita ambil hikmah positifnya dengan lebih rapih dan teratur. Jangan membuang sampah sembarangan, harus pada tempatnya. Itu dulu yang bisa kita lakukan,” saran ia.

Saat ini, petinju bergaya orthodox itu lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah dan memberikan ilmu kepelatihan.

“Gelar saya kini bapak rumah tangga. Ke depan walaupun saya nggak jadi petinju, saya ingin salurkan  pengetahuan saya di olahraga tinju kepada teman-teman yang lain,” tutup Chris.