Petinju dengan rekor bertarung 32 kali menang (23 di antaranya dengan KO) mengatakan kepada INDOSPORT dari Semarang,bahwa latihannya masih bersifat umum untuk menjaga kondisi tubuh.
"Nanti kalau sudah mendekati pertarungan baru latihan mengarah kepada teknik khusus untuk menghadapi calon lawan," kata petinju kelahiran Sukadana, Kalimantan Barat, 10 Juni 1987.
Daud Yordan berhasil mempertahankan gelar di kelas ringan setelah menang angka atas petinju Afrika Selatan Shipo Taliwe di Australia, 6 Desember 2013.
Pertarungan itu merupakan pertama kali bagi Daud untuk mempertahankan gelar juara dunia setelah merebut gelar saat mengalahkan petinju Argentina Daniel Eduardo Brizuela pada 6 Juli 2013.
Sebelumnya petinju Sasana Kayong Utara tersebut, berkecimpung di kelas bulu selama delapan tahun.
Pria berdarah Dayak bahkan sempat menjadi juara dunia IBO di kelas tersebut dengan menang KO di ronde kedua atas petinju Filipine Lorenzo Villanueva di Singapura pada 5 Mei 2012.
Akhirnya, ayah dari Miquel Angel Yordan Jr tersebut, memutuskan untuk naik dua tingkat dari kelas bulu ke kelas ringan dan pertama kali bertarung langsung merebut gelar juara di kelas yang baru.
Menyinggung soal rencana pertarungan mendatang, suami dari Angela Megaria Penuda itu, mengatakan memang sudah ada informasi soal pertarungan dirinya, tetapi belum ada kepastian.
"Berdasarkan informasi yang saya terima, saya akan naik ring kembali pada akhir Maret mendatang. Tetapi, untuk kepastiannya nanti tunggu saja perkembangan selanjutnya," kata dia.
masih belum jelas apakah pertarungan berikutnya dimainkan di dalam atau luar negeri.Namun ‘Cino’ mengatakan kemungkinan besar masih di luar negeri.
"Yang jelas, pada pertarungan mendatang saya masih ingin mempertahankan gelar yang kedua kalinya," Tutup kakak dari petinju Yohanes Yordan.