AIBA memutuskan untuk melepas pelindung kepala dalam pertarungan tinju elit pria pada 2013 berdasarkan statistik medis yang menunjukkan lapisan pelindung dapat menyebabkan dampak lebih parah ke kepala petinju dan kerusakan otak.
Sejumlah petinju juga mengeluhkan pemakaian pelindung kepala yang menyulitkan mereka untuk melihat pukulan.
“(Tanpa helm) Commonwealth Games? Tidak ada gegar otak. Asian Games? Tidak ada gegar otak," kata Presiden Asosiasi Tinju Amatir Internasional, Ching Kuo Wu, seperti dikutip Reuters.
Wu, di sela-sela Kongres AIBA yang berlangsung di Pulau Jeju Korea Selatan, mengatakan tinju wanita juga dapat mengikuti untuk melepaskan pelindung kepala dengan catatan telah memantau secara intensif pertandingan tinju pria.
Wu, mengatakan keputusan itu diambil berdasarkan riset mendalam oleh komisi medis AIBA beserta enam organisasi independen.
"Kesimpulan riset itu adalah gegar otak turun hampir ke titik nol tanpa pelindung kepala," kata Wu yang menambahkan riset komisi medis AIBA mengumpulkan data lebih dari 30 ribu pertandingan.
Wu menjelaskan, keberadaan pelindung kepala justru menyebabkan para petinju untuk tidak melindungi kepala mereka sehingga ketika bertahan mereka justru membiarkan pukulan ke kepala.
"Langkah untuk melepas pelindung kepala telah mengubah persiapan para petinju dan pelatih. Langkah itu mengubah taktik. Sekarang mereka harus bertahan lebih baik, menggunakan teknik yang bagus untuk melindungi kepala," kata Wu.
Cabang Tinju Profesional Wanita telah dikejutkan dengan kematian pentinju Afrika Selatan, Phindile Mwelase, pada Oktober setelah petinju berusia 31 tahun itu mengalami koma dan meninggal akibat pukulan K.O.
Wu mengatakan, tidak ada luka-luka dalam kompetisi utama tinju wanita amatir dan pelindung kepala dapat dilepaskan jika data yang dikumpulkan terus mendukung statistik keamanan pada cabang tinju pria.
"Kita harus melakukannya selangkah demi selangkah. Sekali semua bukti itu terbukti. Maka kita dapat mulai melakukan beberapa percobaan dan mempertimbangkan berikutnya untuk tinju wanita," kata Wu.