Kejuaraan Tinju Piala Presiden 2015 akan dipindah ke Palembang

Jumat, 26 Desember 2014 16:59 WIB
Editor: Ramadhan
 Copyright:

Sekretaris Jenderal  Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PP Pertina) Martinez Dos Santos mengungkapkan bahwa lokasi pertandingan kejuaraan tinju Piala Presiden yakni Balai Prajurit TNI M. Jusuf, Makassar, Sulawesi Selatan, sepertinya akan digunakan untuk acara lain saat Piala Presiden tersebut bergulir.

"Tempatnya penuh saat penyelenggaraan nanti. Kami juga masih akan menunggu kondisi terakhir namun kemungkinan besar memang jadi dipindahkan ke Palembang,” ungkapnya.

"Untuk kepastiannya kita tunggu Ketua Umum PP Pertina Reza Ali. Hanya saja jika melihat perkembangannya sejauh ini memang kemungkinan besar pelaksanaannya tidak di Makassar," tandasnya.

Meskipun begitu, pihak penyelenggara masih berusaha meninjau lokasi-lokasi lain di Makassar yang layak menjadi tempat kejuaraan tersebut. Namun sejauh ini, belum ditemui lokasi yang memenuhi standar untuk penyelenggaran Piala Presiden di Makassar.

Ketua Umum PP Pertina Reza Ali, sebelumnya menjelaskan bahwa pelaksanaan kejuaraan tinju Piala Presiden itu diagendakan sebelum digelarnya perhelatan SEA Games Singapura.

"Untuk pelaksanaan Piala Presiden kita rencanakan sekitar April-Mei 2015. Kami sebelumnya merencanakan pertengahan tahun ini, namun karena ada agenda pilkada dan pemilu sehingga tidak bisa dilaksanakan," ujarnya.

"Rencana awalnya kita agendakan setiap tahun namun karena banyak agenda sehingga diputuskan dua tahun sekali. Untuk pelaksanaan 2014 ini kita pindahkan ke April atau Mei 2015,” tegasnya.

Kejuaraan tinju Piala Presiden yang ke-22 tersebut akan mengikutsertakan 30 negara di antaranya Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, Myanmar, Korea Selatan, Jepang dan Kuba.

Kota Makassar sebelumnya dipilih sebagai tempat penyelenggaraan kejuaraan internasional tersebut. Sejak awal pelaksanaannya, Piala Presiden belum pernah dilaksanakan di Kawasan Timur Indonesia. Keputusan PP Pertina juga sekaligus dimaksudkan untuk memperkenalkan kota Makassar kepada masyarakat dunia.